Pernahkah kita memperhatikan sebuah pohon yang besar dan rindang? Orang yang melihatnya sering kali mengagumi batangnya yang kokoh, dahannya yang lebat, serta buahnya yang melimpah. Namun sedikit orang yang mengingat bahwa semua itu bermula dari sebuah benih kecil yang ditanam dengan benar dan dirawat dengan penuh kesabaran.
Demikian pula kehidupan manusia. Setiap keberhasilan memiliki awalnya. Setiap kegagalan memiliki sebabnya. Setiap kebahagiaan memiliki fondasinya. Dan setiap penderitaan pun tidak datang tanpa akar penyebab. Sayangnya, manusia sering kali hanya melihat hasil akhir.
Di zaman sekarang, segala sesuatu serba cepat. Orang ingin sukses tanpa proses. Ingin terkenal tanpa perjuangan. Ingin hasil tanpa kerja keras. Bahkan dalam kehidupan rohani, tidak sedikit yang mengharapkan berkat, tetapi kurang bersungguh-sungguh memperbaiki diri.
Karena itu Nabi mengingatkan kita melalui Kitab Daxue:
“Tiap benda mempunyai pangkal dan ujung, tiap perkara mempunyai awal dan akhir. Orang yang mengetahui mana hal yang dahulu dan mana hal yang kemudian, ia sudah dekat dengan Jalan Suci.”
Sabda ini mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan memiliki tata urutan yang tidak boleh dibalik. Bila akar baik, pohon akan tumbuh baik. Bila hati baik, perilaku akan baik. Bila perilaku baik, keluarga menjadi baik. Bila keluarga baik, masyarakat menjadi harmonis. Bila masyarakat harmonis, negara menjadi damai.
Pada kesempatan mimbar hari ini, marilah kita bersama-sama merenungkan bagaimana memahami pangkal dan ujung kehidupan, mengetahui mana yang harus didahulukan dan mana yang mengikuti kemudian, sehingga kita semakin dekat dengan Jalan Suci yang dibimbing oleh Tian Yang Maha Esa.









