959 Siswa MA ikuti UNBK Dengan Tertib Dan Lancar

BLORA – Sebanyak 959 siswa MA sekabupaten Blora mengikuti Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK) dengan tertib dan lancar dengan diikuti 14 Madrasah Aliyah dan 1 MAN Blora mulai senin (10/4) sampai kamis (13/4) di masing masing madrasah menggunakan perangkat komputer yang telah dipersiapkan panitia.

Kepala Kantor Kementerian Agama Blora, Nuril Anwar memantau pelaksanaan ujian tersebut bersama dengan Kasi Pendidikan Madrasah di MAN Blora yang disambut Kepala MAN Blora, HM Fatah dan mengharapkan siswa bisa mengerjakan ujian dengan baik, lancar dan sukses.

“kami mengharapkan tidak terdapat kendala selama ujian dan siswa siswi bisa lancar mengerjakan ujian pada tahun ini dan menjawab soal dengan baik, jujur dan lulus 100 persen karena persiapan sudah dilakukan, ikhtiar berjalan sambil berdoa mudah mudahan sukses”ujarnya.

Kasi pendidikan Madrasah, Parmono juga menandaskan bahwa pada tahun ini ada 14 MA yang mengikuti UNBK yang 11 melaksanakan secara mandiri dan tiga MA meaksanakan  gabung  administrasi  antara lain MA Mambaul Huda Talokwohmojo  Ngawen, MA Darul Muna Klokah Kunduran, dan MA Ma’arif Doplang.

“Sampai sekarang kita belum mendengar adanya hambatan di madrasah semoga UNBK dapat berjalan dengan baik serta tidak ada masalah server dan jaringan semoga lancar sampai selesai,” ujarnya.

Masing masing sekolah dan panitia sudah diminta untuk mempersiapkan jaringan komputer utama dan cadangan maupun diesel untuk listriknya sehingga pelaksanaannya sudah benar benar  siap.

Parmono menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan UNBK bagi siswa kelas XII yang jumlahnya kurang dari sama dengan 20, maka pelaksanaannya hanya satu sesi,sedangkan yang lebih dari 20 maka bisa lebih dari dua sesi seperti di MAN Blora yang sampai tiga sesi.

Lamanya pelaksanaan  ujian tiap sesi adalah dua jam dengan jadwal pada senin adalah Bahasa Indonesia, selasa Matematika, rabu Bahasa Inggris dan kamis satu mapel sesuai jurusan apakah IPA,IPS atau Agama.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan ada beberapa keuntunngan melalui sistem UNBK yakni tidak ada lagi distribusi soal sehingga lebih efisien baik waktu maupun biaya.

Selain itu, Parmono melalui stafnya, Amin menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian mendapatkan monitoring dari Diknas Semarang di MA An Nur Safiantun Najah Tunjungan, serta beberapa sekolah juga dimonitoring oleh pengawas SMA Diknas dan pengawas MA kemenag dan lokasi ujian yang dijaga oleh pihak kepolisian untuk memberikan kepastian keamanan. (Ima/bd)