
Semarang (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Penguatan Implementasi Kurikulum Madrasah KMA 1503 Tahun 2025 pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berlangsung pada 3–6 Februari 2026 di Semarang.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, yang sekaligus memberikan sambutan pembukaan. Dalam arahannya, Saiful Mujab menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi seluruh pemangku kepentingan madrasah dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta.
“Bapak dan Ibu yang mewakili madrasah, harapannya pemahaman terkait kurikulum berbasis cinta ini dapat terimplementasi di daerah masing-masing. Kita ingin mendorong pendidikan dari RA hingga MA yang berkarakter dan berakhlak mulia, tidak gagal dalam agama maupun kebangsaan,” tegasnya.

Ia juga menekankan peran strategis guru dan kepala madrasah sebagai ruh dan garda terdepan dalam mengawal generasi masa depan. Menurutnya, generasi saat ini tumbuh lebih cerdas dan lincah karena dukungan nutrisi yang baik, namun di sisi lain juga menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang sangat cepat.
“Anak-anak kita hari ini mengonsumsi produk teknologi yang dipercepat manusia. Sebagai keluarga pendidik, mari kita baca dan pahami pola perkembangan tersebut untuk membentuk sikap dan karakter murid. Teladan yang kita tunjukkan akan jauh lebih efektif dalam membangun karakter anak,” ujarnya.

Saiful Mujab menambahkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga harus diiringi dengan pengembangan perilaku melalui contoh dan keteladanan. Ia mendorong para pendidik untuk terus memperbarui informasi, meningkatkan kompetensi diri, memperbarui metode pembelajaran, serta menghadirkan inovasi-inovasi positif agar peserta didik senang dan antusias belajar.
“Mari kita wujudkan Madrasah Jawa Tengah sebagai pencetak generasi pemenang di zamannya, menuju Indonesia maju yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Juair, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 129 peserta yang terdiri dari guru, kepala madrasah, dan koordinator bidang kurikulum MI se-Jawa Tengah. Salah satu fasilitator dalam kegiatan ini adalah Kasubdit Kurikulum Kementerian Agama RI.
Juair berharap melalui kegiatan ini, madrasah di Jawa Tengah semakin maju, bermutu, dan mendunia. “Teman-teman di madrasah diharapkan mampu menghadirkan terobosan, inovasi, serta praktik-praktik baik dalam menghantarkan anak menjadi generasi emas dan mampu memanfaatkan bonus demografi Indonesia,” ujarnya.







