Agama Inspirasi dalam Memperteguh NKRI

Semarang (Humas) – Bertempat di Ruang teleconfrence Kanwil Kemenag Jateng, Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad didampingi Kabag TU, Fajar Adhy Nugroho menghadiri acara dialog lintas agama yang digelar oleh FKUB Provinsi Jawa Tengah bersama Yayasan Tasamuh Kudus dan Gerbang Watugong Semarang. Acara yang mengambil tema Agama Inspirasi Dalam Memperteguh NKRI ini dihadiri langsung secara daring oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad dan para Tokoh lintas agama yakni Bante Chatamano Mahatera, Subandi, Andi Setyawan, Eko Pujianto, dan Bambang Pujianto pada Senin,(10/5/2021).

Acara dibuka dengan ucapan selamat datang oleh ketua FKUB Prov. Jawa tengah, H Taslim syahlan. Dalam pembukaanya Taslim mengajak agar kita semua terus menyuarakan supaya semua agama dan kepercayaan menjadi inspirasi untuk merekatkan semua anak Bangsa. Acara dilanjutkan dengan sambutan Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad. Dalam sambutannya Musta’in mengajak kita untuk tidak boleh kehilangan focus dan energy untuk terus membincangkan dan menyiapkan nilai-nilai kebangsaan. “Kita memperkokoh NKRI, kita disemangati dengan nilai-nilai agama sebagai watak dasar Bangsa Indonesia,” tutur Musta'in.

Musta’in juga melaporkan bahwa menurut survey Nasional umat beragama di Indonesia tahun 2019 (tahun terakhir diadakan survey) dinilai dalam katagori tinggi yaitu 74,52 ini artinya diatas Indeks Nasional yaitu 73,83. Namun Mustai’in mengajak kita untuk tetap sadar bahwa bukan  berarti di Jawa Tengah tidak pernah mengalami masalah terkait kehidupan beragama. “Maka dari itu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah bersama FKUB dan instasi terkait lainnya juga seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat telah berupaya bersinergi untuk menjaga kerukunan,” ucap kakanwil

Berikut adalah upaya yang telah dilakukan

  1. Kanwil Kemenag Prov. Jateng membentuk tim pengendali FKUB yang anggotanya terdiri dari perwakilan dari setiap Kemenag Kab/Kota sejak tahun 2015 dengan tugas menggali mendata dan melaporkan setiap potensi konflik yang ada
  2. Membentuk tim terpadu penangan konflik social bersama forkom binda
  3. Menggandeng 44 organisasi agama untuk bersama sama menjaga kerukunan umat beragama yang tergabung dalam Gerbang watu gong

Menutup sambutannya Kakanwil berharap kedepan kita bersama dapat meningkatkan kerukunan, meminimalisir potensi yang mengarah pada munculnya konflik umat beragama. “Mari bersama-sama kita menjaga kerukunan sehingga tercipta kehidupan beragama yang nyaman bersahabat merdeka dan tanpa rasa takut sehingga agama benar-benar menginspirasi kita semua,” pungkasnya. 

Moderasi Beragama dan Kerukunan Umat

Dalam sesi berikutnya acara diisi dengan dialog bersama Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Didalam sesi ini Gusmen mengajak kita untuk merenung apakah Agama itu sebuah tujuan atau sebuah sarana. Gusmen bertanya kalau sarana itu sarana untuk apa dan kalau itu tujuan sarananya apa? Gusmen mengajak kita juga untuk merenung dan mempertanyakan diri kita masing-masing apakah kita sudah benar dalam berinteraksi dengan saudara-saudara kita yang tidak seiman. “Kita ingin semua ini memegang teguh keyakinan agama kita masing-masing, kita meyakini bahwa Agama kita ini yang benar, namun kita juga harus menghargai apa yang diyakini dan dianggap benar oleh saudara kita yang berbeda dengan kita, itulah inti dari Moderasi Beragama,” pesan Gusmen. Gusmen juga berharap diadakannya forum-forum seperti kedepannya guna menciptakan kehidupan yang lebih tenang antar umat beragama.

Dalam acara hari ini hadir pula Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dalam dialognya Ganjar bercerita betapa beliau terkagum-kagum oleh keberagaman yang ada di NKRI. Beliau menceritakan sebuah kisah saat beliau pergi ke sebuah penginapan dan bertemu sepasang suami istri. Beliau memohon maaf karena hanya melihat dari fisiknya yang bernotaben memiliki mata yang sipit, beliau bertanya loh sepi seperti ini ngga ada yang jualan lalu sarapannya pake apa? Lalu beliau pun lumayan terkejut saat mereka menjawab maaf pak kami ikut berpuasa. Beliau merasa di Negara kita toleransi adalah sesuatu hal yang sangat indah. Beliau juga bercerita saat menerima tamu dari Suriah, tamu tersebut selalu memberikan sebuah pujian karena mereka terkagum-kagum dengan Bangsa kita. “Mereka bertanya kenapa bisa Bangsa Indonesia yang orangnya beda-beda, Agamanya beda-beda, bentuknya beda-beda, dan Sukunya ada banyak kok bisa hidup bersama. Sementara di Negara kami kulitnya sama,rambutnya sama, hidungnya sama, dan sukunya sama kok tidak bisa hidup bersama,” ujar Ganjar menirukan pertanyaan tamu yang berasal dari suriah.

Kerukunan dan toleransi yang ada di negara kita mari selalu kita jaga untuk kehidupan yang damai, tenangdan sejahtera. (bqq)