Agama : Spirit yang Terlupakan dari Sosok Kartini

Rembang – Raden Ayu Kartini sejatinya mempunyai filosofi keagamaan yang sangat luar biasa. Namun selama ini, unsur pemikirannya ini tak banyak diekspos dan dimengerti oleh sebagian masyarakat Indonesia. Spirit ini ternyata mampu membangun persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Islam rahmatan lil Alamin.

Demikian dikemukakan oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa ketika diwawancara media usai memberikan amanat pada upacara peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh Pemkab Rembang di alun-alun Rembang, pagi tadi.

Khofifah mengatakan, Kartini merupakan sosok santri yang menjadikan agama sebagai falsafah hidup. Hal ini sebagaimana yang tertera dalam suratnya yang dikirim kepada sahabatnya di Belanda.

Khofifah mengaku telah membaca surat yang dikirimkan oleh Kartini kepada temannya, Stella di Belanda. Kartini mengungkapkan bagaimana pentingnya agama untuk dijadikan referensi hidup.

“Kenapa manusia menjadi berdosa, karena tidak mendapatkan pendidikan agama sebagai format kehidupannya,” kata Khofifah menyebutkan sebagian inti surat Kartini.

Menurut Khofifah, jiwa santri Kartini dimiliki berkat berbekal pendidikan agama kepada Kyia Sholeh Darat Semarang. Kyai Sholeh Darat merupakan seorang ulama besar yang menjadi guru pendiri organisasi besar di Indonesia, yaitu KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU), dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah).

Khofifah menambahkan, berbekal pengetahuan agamanya, Kartini memiliki filsafat kebhinnekaan yang mendalam pula, saling menghormati dan menghargai sesama. Khofifah meminta kepada generasi kini untuk membangun toleransi, islam yang penuh kasih sayang, Islam yang penuh rahmat, sebagaimana konsep Islam Rahmatan Lil Alamin.

“Semoga Allah senantiasa melindungi indonesia, smg Allah menganugerahkan kita semua dr berbagi keragaman suku, bangsa, dan agama smg diangureahkan Allah kehidupan yang suur, damai, sejahtera, dalam bingkai NKRI,” ujarnya. (ss/bd)