Badko TPQ Diminta Berinovasi & Tingkatkan Kualitas

KaranganyarDengan dipilihnya pengurus Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an Kabupaten Karanganyar, harapannya memiliki inovasi dan terobosan baru. Orang bisa berinovasi kalau dia peka terhadap sekitarnya, serta menyadari visi dan misi dalam menjalankan organisasinya.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad dalam penutupan Musyawarah Daerah Badko TPQ Kabupaten Karanganyar Tahun 2016, Kamis (01/12). Kegiatan yang digelar di aula SMA Muhammadiyah 1 ini dihadiri 100 orang peserta yang terdiri dari pengurus Badko TPQ kabupaten dan kecamatan.

Lebih lanjut Kakankemenag mengatakan bahwa dengan inovasi maka kepengurusan akan berjalan semakin baik dan terasa berbeda, sehingga program-program yang dijalankan lebih tajam dan mengena pada masyarakat.

Musta’in Ahmad juga memberikan contoh terkait inovasi yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan programnya, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Melalui program tersebut, Gubernur Jateng berharap jajarannya lebih peka terhadap ibu hamil, sehingga dapat menurunkan resiko kematian saat ibu melahirkan. “Saya harap Badko TPQ kedepannya dapat membuat program-program yang lebih baik dan menarik sehingga banyak memberikan nilai manfaat,” tambahnya.

Hal lain yang disampaikan Kepala Kantor adalah tentang kondisi kebangsaan yang saat ini sedang menghangat. Menurutnya, ikrar pengurus yang sering diucapkan saat pelantikan perlu ditambahkan lagi, yaitu cinta tanah air dan NKRI. Diakhir pembinaannya, Musta’in Ahmad mengajak guru TPQ untuk berperan dalam membangkitkan kebangsaan santri-santrinya.

Musda Badko TPQ dihadiri juga oleh Ketua Badko TPQ Jateng, Ateng Chozany Miftah, Ketua Badko TPQ Karanganyar, Sutarmo, Kabag Kesra Pemda, MUI, DMI serta Baznas. Dalam kesempatan tersebut dibahas tiga agenda utama, yaitu laporan kinerja pengurus badko tpq masa bakti 2012-2016, pemilihan pengurus badko tpq masa bakti 2016-2020, serta program kerja badko tpq yang akan datang.

Sementara itu, Ketua Badko TPQ Jateng yang menyampaikan sambutan di awal Musda mengatakan bahwa tumbuh kembang TPQ di Jawa Tengah sudah luar biasa. Tercatat ada 30.282 TPQ se Jawa Tengah, dan di Karanganyar sendiri terdapat 1333 TPQ. Untuk tahun 2017, Ateng lebih memfokuskan pada pembinaan dan pengembangan kualitas TPQ, bukan lagi berkutat dengan kuantitas.

“Tantangan kedepan pasca musda ini adalah pembinaan dan pengembangan kualitas TPQ. Kami sudah menyusun perangkat-perangkatnya, termasuk kurikulum untuk TPQ. Nanti buku yang sudah kami cetak akan disebar ke seluruh TPQ se Jawa Tengah,” ucap Ateng Miftah. (hd/gt)