Beri Bimbingan Mental Kepada Disabilitas

Kudus,  Dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi dan kemandidirian hidup  bagi penyandang cacat (Disabilitas) dan keluarganya, Dinsos P3P2KB (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana) Kabupaten Kudus mengadakan bimbingan pemantapan bagi penyandang cacat (Disabilitas)  diikuti sebanyak 90 Disabilitas. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 s/d 19 April 2018 meliputi teori dan praktek .

Kegiatan ini dilaksanakan karena ke depan para penyandang cacat (Disabilitas) di Kabupaten Kudus akan mendapatkan simulasi bantuan dari UEP (Usaha Ekonomi Produktif) Provinsi jawa Tengah yang akan diberikan kepada disabilitas sesuai dengan peruntukanya. Beberapa bantuan yang telah diajukan diantaranya adalah mesin jahit, Laundry , kambing dan sembakau. Diharapkan dengan bantuan ini dapat meningkatkan taraf hidup para penyandang cacat di Kabupaten Kudus.

Penyandang disabilitas harus ada penguatan dalam dirinya selain diberikan ketrampilan juga harus ada bimbingan rohani sehingga tumbuh rasa percaya diri, tidak merasa minder dalam melakukan interaksi sosial  , mampu  hidup secara mandiri  dengan aktif dan berkarya dalam hidup di masyarakat.

Kabid Pelayanan Rehabsos dan Bantuan Perlindungan Jaminan Sosial pada Dinsos P3P2KB Kabupten Kudus , Sutrisno saat memberikan sambutan mengatakan Dinas Sosial Kabupaten Kudus selalu siap mendampingi , memotifasi dan memberikan informasi terbaik bagi para penyandang disabilitas yang berkeinginan untuk lebih baik lagi sehingga mampu berkarya dan terus berusaha untuk lebih mandiri.dalam sambutannya

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motifasi dan informasi yang dapat diakses bagi para penyandang disabilitas untuk dapat menggali potensi dari dinas dinas terkait penanganan kepada para disabilitas.lanjutnya

Hadir sebagai  nara sumber dari Kemenag Zaenal Fahmi selaku penyuluh Agama Islam dalam memberikan motifasi kepada peserta bahwa hidup adalah perjuangan dan harus  diperjuangkan,  oleh karena itu  dalam menjalani hidup ini harus optimis dan penuh semangat. Kita jangan sampai menjadi orang yang lemah apalagi putus asa dalam menghadapi hidup.  Bangkitlah dan tunjukan bahwa walaupun  dengan keterbatasan fisik yang kita miliki ini tidak menghalangi kita untuk  bisa berusaha dan berkarya. tandasnya

Kita sebagai orang yang beriman harus bersyukur apa yang telah diberikan Allah kepada kita , karena dengan bersyukur allah akan menambah nikmat kepada kita . Tugas hati dalam bersyukur kepada Allah adalah mengakui dan meyakini bahwa nikmat itu datangnya dari Allah. Allah akan membalas hamba hambanya yang senantiasa bersyukur kepadaNya. tukasnya

Hadir pula nara  sumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Umi Widayanti Kasi Kesehaatan Lingkungan Kerja dan Olah Raga menyampaikan bahwa kita dalam beraktifitas bdan kita harus sehat termasuk juga para disabilitas. Dengan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah yang disebut GERMAS (Gerakan Hidup Masyarakat) kita akan mendapatkan hidup yang sehat. Germas adalah kebijakaan pemerintah yang dikemas dalam bentuk kegiataan terpadu dan terkonsep yang harus dilakukan oleh seluruh masyarkat  indonesia dengan kesadaran, kemauan, kemampuan berperilaku hidup sehat dalam meningkatkan kwalitas hidup. Pola kegiatan GERMAS meliputi : Olah raga, menggunakan jamban yang sehat , membersihkan lingkungan rumah , mengkonsumsi buah dan sayur , tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. Oleh karena itu agar badan kita sehat dalam beraktifitas mari kita laksanakan program GERMAS “ Tandasnya. (St.Zul/wwk/bd).