Bimas Islam Gelar Pengarusutamaan Wawasan Kebangsaan Bagi Penyuluh Agama Islam

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Banjarnegara – Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menggelar Kegiatan Pengarusutamaan Wawasan Kebangsaan Bagi Penyuluh Agama Islam Se-Kabupaten Banjarnegara Di Gedung Majlis Taklim Darussalam Parakancanggah Banjarnegara pada Senin, (18/07/22).

Hadir dalam Kegiatan ini, Kepala Seksi Bimas Islam Ali Mustofa, 2 Narasumber, kapten Inf Bambang Aprianto dari Kodim 0704 Banjarnegara dan Amin Syarifudin Dosen UNSIQ Wonosobo. Dengan peserta 19 PAIF (penyuluh Agama Islam Fungsional)  dan 160  PAI non PNS se Kab. Banjarnegara.

Keberadaan Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Penyuluh Non PNS memiliki fungsi strategis dalam pembangunan bangsa. Fungsinya tersebut meliputi informatif, konsultatif, edukatif dan advokatif. Untuk melaksanakan fungsinya dengan baik, Penyuluh Agama harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang patut diteladani di masyarakat, sehingga untuk mendukung dan mewujudkan tugas penyuluh Agama.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Bimas Islam Ali Mustofa, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dalam sambutan Pembukaan Kegiatan Kegiatan Pengarusutamaan Wawasan Kebangsaan.

“Kegiatan Pengarusutamaan Wawasan Kebangsaan ini untuk memberikan penguatan kepada penyuluh Agama Islam tentang pentingnya pemahaman wawasan kebangsaan,” tuturnya

Ali melanjutkan bahwa Penyuluh Agama Islam adalah garda terdepan di masyarakat, “Penyuluh Agama Islam, menjadi garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan  masyarakat, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang  pemahaman yang benar terhadap wawasan kebangsaan di tengah masyarakat,” ucapnya

Beliau berharap dengan mengikuti kegiatan ini bisa menjaga NKRI, sehingga Penyuluh Agama Islam mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI.

Sebagai Narasumber Amin Syarifudin, menyampaikan materi tentang Penguatan Wawasan Kebangsaan melalui 4 pilar bagi penyuluh Agama.

“Wawasan kebangsaan sendiri merupakan suatu cara memandang kemampuan untuk memahami keberadaan jati dirinya sebagai suatu bangsa dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsanya dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Sehingga dalam memahami akan wawasan kebangsaan tersebut, para penyuluh agama dapat memberikan contoh keteladanan bagi kelompok masyarakatnya,” terangnya.

“Adapun pemberian pemahaman akan wawasan kebangsaan agar memberikan dan menanamkan pemahaman kepada masyarakat untuk mempertahankan keutuhan negara NKRI yang berdaulat di tengah wacana-wacana radikalisme, perpecahan dan lainnya,”  lanjut Amin.

Sementara itu Bambang Aprianto sebagai menyampaikan materi Wawasan kebangsaan memperkuat kerukunan umat beragama.

Menurut Bambang belakangan ini wawasan kebangsaan kita memudar dan terindikasi ada masyarakat yang kurang bagus dalam memahami tatanan kebangsaan.

“Untuk itu, para penyuluh agar menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan. Jangan sampai ada masyarakat yang terpapar paham-paham yang dapat merusak tatanan kebangsaan yang sudah dibangun para pendiri bangsa,” ujarnya.

Penguatan wawasan kebangsaan agar tercipta kerukunan, suasana yang aman dan kondusif serta meningkatkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama dan terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Diakhir acara Bambang juga berpesan kepada penyuluh untuk cinta tanah air, Mengapa kita harus cinta tanah air ? Karena kita dilahirkan di Indonesia. Acara di tutup dengan diskusi tanya jawab dan Yel-yel 4 pilar kebangsaan. (dr/ak/rf)