Digitalisasi Keuangan merupakan Upaya Transparansi dan Akuntabilitas Ponpes

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Semarang, Rabu (20/7/2022) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Semarang bekerja sama dengan Bank Syarian Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantyu (KCP) MT. Haryono Semarang, menggelar kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Keuangan bagi Pondok Pesantren (Ponpes).

Kegiatan yang digelar di aula Kankemenag Kota Semarang tersebut, diikuti oleh kurang lebih 75 Pemimpin/Pengasuh Ponpes yang berlokasi di wilayah Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Mukhlis Abdillah Kepala Kankemenag Kota Semarang menyampaikan, salah satu program prioritas Kemenag adalah Kemandirian Pesantren. “Kemandirian ini bermakna pesantren akan memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan dalam menopang tiga fungsi, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

“Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, dimana pelayanan serba berbasis digital, Ponpes sebagai lembaga pendidikan formal, informal dan keagamaan, dituntut untuk bisa menyesuaikan diri,” terangnya.

“Wali santri menuntut adanya keterbukaan dalam pelaksanaan pendidikan dan pengelolaan keuangan pada Ponpes, oleh karenanya digitalisasi keuangan merupakan salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas dari Ponpes dalam melaksanakan kedua hal tersebut,” sambungnya.

“Kami berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, akan mampu memberikan pencerahan kepada peserta kegiatan, apa itu yang dimaksud dengan digitalisasi keuangan, serta manfaat apa yang akan diterima baik oleh Ponpes, santri, maupun wali santri,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Branch Manager (BM) BSI KCP MT. Haryono Semarang, dan Area Retail Banking Manager BSI Kota Semarang.(NBA/bd)