Karu dan Karom Tidak Boleh Cuek Dan Masa Bodoh

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Purwokerto-Bapak Ibu ketua rombongan dan ketua regu harus mempunyai kesepakatan-kesepakatan dengan anggotanya. Butuh komitmen-komitmen dan kesepakatan bersama.  ketua regu , ketua rombongan harus membangun komunikasi dengan semuanya.

“ Jangan sampai  anggotanya ada yang tidak sempurna dalam prosesi ibadahnya,  termasuk ketika berpakaian ikhrom  harus dicek anggota tidak menggunakan kaos dalam , sempak . Ini yang kadang lupa , ketua regu tidak boleh masa bodoh atau cuek. Ini penting sehingga terbangun komunikasi-komunikasi yang baik termasuk juga konsultasi-konsltasi dengan pembimbing ibadah.”

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas Aziz Muslim saat memberikan materi dan penjelasan dalam acara Bimbingan Manasik Haji  serta pembekalan bagi Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) bertempat di De Garden Resto Purwokerto , Kamis ( 02/06)

Hadir dalam pembekalan tersebut  KaKan Kemenag Kabupaten Banyumas Aziz Muslim, Ketua Kloter Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin , Kasi PHU Hendro Puspito , Kasi Pendma Edi Sungkowo selaku moderator , dokter dan perawat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas selaku tim kesehatan jamaah haji.

Menurut Hendro untuk materi yang kedua yaitu layanan jamaah haji di tanah air dalam perjalanan maupun di Saudi, yaitu layanan dari  pemerintah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji ( PPIH ) layanan kepada jamaah ibadah haji sudah maksimal apa belum , mulai dari layanan transportasi , katering atau makan , serta layanan ibadah . Itu yang nantinya akan disampaikan kepada ketua rombongan dan ketua regu untuk bisa mengkonsolidasikan kepada anggota regunya.

“ Kita sudah maksimal melayani jamaah , karena jamaah tidak perlu membawa makanan atau beras karena sudah dijatah 3 kali makan sehari , layanan bis Sholawat juga sudah disediakan,”

“ Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan hari ini ada 64 orang terdiri dari ketua rombongan 12 orang , ketua regu 46 orang, 2 PHD , 2 TKHI , 1 TPHI , dan 1 TPIHI,“ terang Hendro .

Ketua Kloter Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin menyampaikan bahwa Kloter Banyumas dibagi tiga yaitu kloter 28 yang digabung dengan jamaah dari Kabupaten Kebumen, 29 khusus Banyumas, dan kloter 30 gabung dengan Kabupaten Brebes.

“ Pertemuan kali ini adalah pemantapan Karu dan Karom, bagaimana agar mereka menjadi pemimpin kaum itu adalah pelayan . Oleh karena itu Karu dan Karom adalah pelayan jamaah. Tentu pola pikirnya harus berbeda. Tadi sudah dijelaskan proses perjalanan dari embarkasi Solo kemudian ke bandara , ke Jedah , dari Jedah sampai dengan Wukuf  tanggal 26 kemudian ke Madinah samapai kembali lagi ke daerah asal sampai tanggal 2 ,3 dan 4,“

“ Kehadiran Kementerian agama harus tampil di depan agar umat merasa tenang merasa nyaman didalam melaksanakan ibadah haji. Kita berdua  mudah-mudahan Gus Menteri dan keluarga besar Kementerian Agama didalam melayani umat terus bisa sehat kuat berkah dan sejahtera sampai dengan tuntas pemulangan jamaah haji sampai di Indonesia,” pungkasnya. (yud/rf)