Kasus Penculikan Anak, Pengawas Madrasah Edukasi Kamad dan Guru

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Semarang – Maraknya kasus penculikan anak akhir-akhir ini turut mengundang keprihatinan Kemenag Kota Semarang. Oleh karenanya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang mengimbau kepada pengawas dan Kepala Madrasah untuk melakukan upaya-upaya guna meminimalisir tindak kriminal tersebut.

Menindaklanjuti imbauan Kakankemenag Kota Semarang, Tri Murdiyanti selaku Pengawas, Selasa (7/2/2023) mengedukasi Kepala Madrasah dan guru di wilayah binaannya upaya tersebut. “Mari kita tingkatkan kewaspadaan, menjaga anak didik kita, agar terhindar dari penculikan anak,” tutur Tri.

Ia pun memberikan upaya-upaya apa saja guna meminimalisir kasus penculikan anak di lingkungan madrasah, yaitu :

Pertama, memaksimalkan pengamanan dan pemantauan selama jam pembelajaran, serta menugaskan penjaga madrasah dan guru untuk memantau pada saat kehadiran, istirahat, dan kepulangan peserta didik.

Kedua, memastikan pengantar dan penjemput peserta didik adalah orang tua/wali keluarga yang sudah dikenal oleh madrasah, jika tidak, maka pihak madrasah wajib menghubungi orang tua murid terlebih dahulu.

Ketiga, membatasi siswa keluar dari area madrasah, terutama di waktu istirahat, sekalipun untuk membeli makanan/minuman.

Keempat, selalu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan orang tua murid.

“Semoga ikhtiar ini dapat menghindarkan peserta didik dari kasus penculikan, dan anak-anak kita selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.

Edukasi tersebut dibagikan Tri Murdiyanti melalui whatsapp group dan mendapat respon positif dari Kepala Madrasah dan guru di wilayah binaannya. Salah satu Kamad mengatakan, akan segera mengadakan koordinasi internal dan eksternal dengan wali murid, selain itu juga membuat surat edaran guna peningkatan kewaspadaan terhadap kasus penculikan anak.(NBA/bd)