Kepala Kemenag Hadiri Launching Desa Kerukunan Dan Syawalan Gunungan Megono Di Linggo Asri

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

KAB.PEKALONGAN,-  Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Pekalongan, Drs. H. Sukarno, MM menghadiri Launching Desa Moderasi Kerukunan Beragama dan Syawalan Megono Gunungan di Objek Wisata (OW) Linggoasri Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen pada Sabtu (30/4) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan

Acara ini digelar bertepatan dengan tradisi syawalan masyarakat Kabupaten Pekalongan yaitu pada H+7 Lebaran. Kegiatan dihadiri Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, Ketua DPRD Drs. Hj. Hindun, MH, Jajaran Forkopimda, Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Mochtarudin Ashraf Abu, dan ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

Selain menampilkan gunungan megono dan gunungan hasil bumi dari 19 Kecamatan juga dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan launching desa kerukunan umat beragama di Desa Linggoasri.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi dan memberikan selamat kepada semua pihak yang terlibat sehingga acara Gunungan Megono dapat berjalan dengan lancar dan meriah. “Tahun ini kita adakan secara sederhana karena masih banyak kebutuhan Kabupaten Pekalongan yang harus diutamakan terutama perbaikan jalan, tapi insyaallah tahun depan akan lebih meriah dari tahun ini,” katanya.

Menurutnya, tahun depan harus ada perangsang agar acara syawalan di Objek Wisata Linggoasri lebih meriah.

“Tahun depan kita undang artis nasional agar lebih meriah lagi dan masyarakat lebih terhibur,” tambahnya.

Bupati menambahkan, tradis Syawalan Gunungan Megono merupakan tradisi yang istimewa yang sudah turun-temurun dilaksanakan dan perlu dilestarikan.

“Ada berbagai hasil bumi yang dibuat dalam bentuk gunungan dari masing-masing kecamatan, yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir,” ujar Bupati.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun mewakili masyarakat Kabupaten Pekalongan mengaku senang dengan adanya even di Linggoasri ini yang sudah bertahun-tahun dilaksanakan.

“Kedepan harus ada inovasi sehingga tradisi Syawalan menjadi lebih semarak dan komplit dan seluruh masyarakat bisa menikmati,” ujarnya. (MTb/bd)