KKM MI Siap Mengimplementasikan KMB di Kabupaten Brebes

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Brebes – Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes menyelenggarakan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) pada Kamis, (16/06/2022). Kegiatan yang diselenggarakan di Aula MIN 2 Brebes, diikuti oleh seluruh kepala Madrasah KKMI Kec. Brebes, KKMI Jatibarang, KKMI Wanasari dan KKMI Kec. Bulakamba  sebanyak 56 orang peserta.

Pada acara tersebut peserta mendapat materi tetang bagaimana implementasi Kurikulum  Merdeka Belajar di Madrasah, inovasi dan pengembangan KMB, Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan kebijakan Kementerian Agama Tentang KMB serta Problem Solving sebagai antisipasi kendala yang mungkin muncul dari perberlakukan KMB. 

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, H. Fajarin menjelaskan implementasi KMA 347 tentang Merdeka Belajar di madrasah. “KMA 347 juga harus dicermati, karena ada perbedaan yang krusial sehingga harus disinergikan dengan semua pihak,” ungkap Fajarin.

“Jika semua dilakukan secara terprogram dan komprehensif dan disinergikan dengan semua stake holder, kita bergerak untuk mencapai ketuntasan baik di materi umum dan materi Pendidikan keagamaan. Komponen materi keagamaan harus lebih dominan, karena ini adalah ciri khas madrasah. Penerapan merdeka belajar, maupun mandiri belajar di madrasah tentu ada perubahan signifikan yang harus disikapi secara bijaksana,” tambah H. Fajarin.

“Perubahan Kurikulum Merdeka tentu membuat galau sebagiab besar madrasah, karena perlu dipersiapkan di madrasah secara baik, kita akan melaksanakan tetapi dengan penyesuain sesuai karakter madrasah. Revolusi Pendidikan menuntut perubahan di semua sektor. Pengelola madrasah, kepala, guru, dan sarpras harus disesuaikan. Kurikulum prototipe sejatinya ujicoba dari kurikulum merdeka yang saat ini sedang dikembangkan,” pungkas H. Fajarin

Kasi pendidikan Madrasah, H, Ima Ghozali menyampaikan, “Pelaksanakan kurikulum merdeka akan bertahapdisesuaiakan dengan kemapuan setiap madarasah dan dilaksanakan secara dinamis dan fleksibel, menjadikan regulasi beban belajar dan linearitas guru yang mengajar pada madrasah yang menerapkan kurikulum merdeka harus di maneje dengan baik. Kita harus siap mengikuti perkembangan zaman, usaha untuk mewujudkan siswa mandiri berprestasi dilakukan melalui kegiatan yang fleksibel, tidak terstruktur, dan lebih berpusat pada siswa,” jelas H. Imam Ghozali.(Hid/Sua)