Maha Karya Guru RA Budi Mulya

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Semarang, Tak dipungkiri guru PAUD atau RA adalah guru yang penuh kreativitas, karena mereka dituntut untuk mampu menggali bakat atau kemampuan peserta didik yang masih berusia balita. Hal ini diungkapkan oleh beberapa wali murid RA Budi Mulya. “Guru RA bukanlah pekerjaan yang mudah, karena tidak hanya cukup memiliki kemampuan di bidangnya, tetapi juga harus memiliki kesabaran, ketelatenan, serta memiliki kemampuan berkomunikasi dengan anak-anak yang masih berusia dini, kreatif, inovatif sehingga mampu menggali potensi anak-anak,” ujarnya.

Selasa (21/6/2022), RA Budi Mulya menggelar kegiatan akhirussanah di madrasahnya. Dalam acara tersebut, peserta didik menampilkan berbagai macam atraksi, baik olah vokal, seni tari maupun kreativitas lainnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh iswa-siswi dan wali murid RA Budi Mulya, tetapi hadir pula Lurah Pedurungan Tengah, Pengurus Yayasan dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Slamet Supriyadi Lurah Pedurungan Tengah mengucapkan selamat kepada siswa-siswi RA Budi Mulya yang telah lulus pada tahun ini, dan ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap tampilan anak-anak tersebut. “Kami apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh dewan guru yang telah mendidik anak-anak sehingga berani tampil dan memiliki kepercayaan diri. Anak seusia dini seperti ini hafal surah-surah pendek, hafal hadis-hadis, bahkan mereka secara kompak tampil menari dan menyanyi dengan serempak dan apik, itu bukanlah hal yang gampang untuk bisa melatihnya, butuh kesebaran dan ketelatenan yang luar biasa,” tuturnya.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada para guru RA Budi Mulya, karena anak-anak didik ini merupakan warga kami, calon generasi penerus bangsa yang harapannya menjadi anak-anak hebat yang mampu membanggakan bagi orang tua, agama dan negara,” sambungnya.

Pada bagian lain, Anif Munifah Kepala RA Budi Mulya mengatakan, di madrasah yang dipimpinnya, anak-anak dibekali pula dengan ilmu agama.

Hal senada juga disampaikan oleh M. Zainun yang merupakan ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Istiqomah.(SAW/NBA/rf)