Manasik Haji Serengan dan Pasarkliwon

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Surakarta – Hari terakhir pelaksanaan bimbingan manasik haji tingkat Kecamatan Serengan dan Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta yang diselenggarakan di Hotel Indah Palace (29/05) dihadiri oleh  Mufti Addin dan Ustadz Suharno sebagai pembimbing manasik. Kegiatan manasik ini berlangsung kurang lebih 4 hari. Hari ini merupakan hari terakhir dilaksanakannya  manasik tingkat kecamatan. Pada kali ini disampaikan materi tentang praktek ibadah umrah dan praktek ibadah haji.

“Umroh menurut Jumhur Ulama ialah kewajiban sekali seumur hidup, sama seperti haji. Tetapi sebagian ulama mengatakan sunah, tapi rangkaian haji itu wajib”, ujar Mufti Addin.

Ia menjelaskan bahwa Miqat di Mekkah diambil dari Ji’ranah, dan jika dari Madinah, miqat diambil dari Bir Ali atau Dzul Hulaifah. Mufti Addin mengambil kutipan dalam HR Bukhori dan Muslim bahwa umroh satu dengan umroh yang lain dapat menghapuskan dosa-dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.

“Panggilan Allah ada tiga yaitu panggilan adzan, bersegeralah ke masjid, panggilan kedua ialah panggilan Haji, dan ketiga panggilan kematian,” tegasnya.

Mufti mengingatkan diperlukannya persiapan agar semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Setelah materi, para Jemaah tampak mulai mengenakan balutan kain putih yang kerap disebut dengan pakaian ihram.

“Manasik Haji tingkat kecamatan alhamdulillah sudah terlaksana dan lancar, tinggal manasik tingkat kabupaten sekaligus pelepasan CJH,” ujar salah satu calon Jemaah.

Selanjutnya terkait praktek manasik haji, Ustadz Suharno, menambahkan bahwa seluruh perserta dihimbau untuk menggunakan pakaian ihram kemudian dalam praktek manasik juga dijelaskan terkait niat ihram haji, membaca talbiyah, wukuf di Padang Arafah, Mabit di Musdzalifah, tata cara melontar jumroh Aqabah awal dan lain sebagainya. Ia menegaskan bahwa praktek manasik haji untuk memperdalam bekal dalam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

“Cuaca disana kemungkinan sangat panas sekali, para Jemaah dianjurkan untuk membawa kacamata hitam serta payung agar tidak kepanasan,”pungkasnya. (dwi/my/rf)