Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Sistematis

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kab. Pekalongan – Pelaksanaan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di MAN Pekalongan dilaksanakan dua hari yakni Rabu sampai Kamis (3-4/9/2022) di Laboratorium Bahasa dimulai pukul 08.00-11.00 WIB.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta,yakni 45 peserta didik utama dan 5 peserta didik cadangan. Tujuan dilaksanakan simulasi ANBK adalah untuk memetakan mutu pendidikan pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

Simulasi ANBK tahun ini dilaksanakan dengan 2 (dua) instrumen yaitu simulasi  ANBK (ANBK Literasi, Numerasi), dan Survey Karakter.

Tes simulasi ANBK sendiri dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi.

Kepala MAN Pekalongan, Drs.H. Syaefudin, M.Pd  menjelaskan bahwa pelaksanaan simulasi ANBK yang dilaksanakan selama 2 hari ini, sebelumnya telah diadakan persiapan yang terukur sehingga pelaksanaan simulasi ANBK untuk Peserta didik kelas XI yang terpilih secara acak di DNS untuk menjadi peserta telah melalui sebuah proses. “Pelaksanaan simulasi ANBK yang dilakukan bertujuan agar peserta didik kelas XI yang terpilih dalam DNS mengetahui gambaran dan dapat menyesuaikan diri dengan pelaksanaan asesmen utama,” ucap beliau.

Menurut Supriyanto, S. Pd Wakakur MAN Pekalongan sekaligus koordinator kegiatan menuturkan bahwa simulasi ANBK tahun 2022 ini sudah disampaikan sebelumnya kepada seluruh peserta didik untuk lebih gemar membaca terkait materi literasi guna persiapan pengganti Ujian Nasional (UN) nantinya.

“Untuk meningkatkan kompetensi numerasi, tidak ada jalan pintas bagi peserta didik kelas XI, selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis, karena semua butuh proses, dan tidak dapat ditemukan pada bimbingan belajar di luar,” kata Supriyanto.

Sementara itu, Asilatul Khaqiyah, S.Kom. proktor kegiatan menyampaikan kegiatan simulasi yang dilaksanakan selama dua hari berjalan lancar, namun ada sedikit kendala teknis saat peserta mulai pelaksanaan, dikarenakan banyak server yang digunakan saat bersamaan, sehingga membutuhkan waktu yang lama.Selain itu, saat pelaksanaan peserta masih butuh penyesuaian dan latihan. (H-NA/Ant/bd).