MTsN 4 Banjarnegara Adakan IHT Implementasi Kurikulum Merdeka

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Banjarnegara – MTs Negeri 4 Banjarnegara mengadakan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka selama 3 hari  dalam rangka menyambut pergantian kurikulum baru. IHT dilaksanakan di ruang kelas 9C mulai tanggal 4-6 Juli 2022, dan diikuti oleh semua guru MTsN 4 Banjarnegara. Adapun narasumber dalam IHT Implementasi Kurikulum Merdeka tersebut adalah Muhamad Siswanto, yang merupakan Tim Pengembang Kurikulum Kemendikbud RI.

Acara IHT hari pertama diawali dengan sambutan Kepala MTsN 4 Banjarnegara, Sidik Wibowo Akhmad. Dalam sambutannya kepala madrasah mengharapkan agar semua guru mengikuti pelatihan dengan  maksimal.

“Kami harap bapak dan ibu guru semuanya bisa mengikuti acara IHT Implementasi Kurikulum Merdeka ini dengan sungguh-sungguh dan maksimal, sehingga ilmu yang disampaikan oleh narasumber bisa dipahami dengan baik, sehingga pada saatnya nanti bisa diterapkan dengan baik pula,” ujar Sidik Wibowo.

Usai sambutan kepala madrasah, dilanjutkan dengan sambutan Pengawas MTs/MA Kabupaten Banjarnegara sekaligus membuka acara In House Training Implementasi Kurikulum Merdeka. Setelah pembukaan, dilakukan penyampaian materi oleh narasumber, Muhamad Siswanto. Materi yang disampaikan oleh narasumber meliputi materi pengantar dan materi inti. Materi pengantar berupa latar belakang adanya perubahan kurikulum dari Kurikulum 2013 (Kurtilas) menjadi Kurikulum Merdeka.

“Sejatinya kurikulum memang setiap saat harus berubah  atau diganti. Hal ini dilakukan agar kurikulum dapat mengikuti perkembangan zaman di mana kemajuan teknologi begitu cepat, terutama perkembangan informasi teknologi, sehingga harus diantisipasi dengan adanya perubahan kurikulum tersebut,” jelas Siswanto dalam pengantarnya.

In House Training Implementasi Kurikulum Merdeka yang diadakan oleh MTs Negeri 4 Banjarnegara merupakan kegiatan mandiri dalam rangka mengantisipasi perubahan kurikulum yang pada saatnya nanti akan diterapkan kepada peserta didik. Para guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum di lapangan tersebut perlu mendapat bimbingan teknis agar pelaksanaan kurikulum berjalan sebagaimana mestinya. (Khm/ak/rf)