Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka di MTsN 2 Pekalongan

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kab. Pekalongan – Pelaksanaan kurikulum merdeka di MTsN 2 Pekalongan sebagai madrasah piloting mendapatkan pendampingan dari Pengawas, bapak Sobari Amin. Hal tersebut nampak dari kegiatan yang digelar pada selasa, 2/8/2022.

Bertempat di ruang kepala madrasah, Sobari Amin mengadakan pertemuan, koordinasi sekaligus diskusi terkait pelaksanaan kurikulum merdeka bersama para wakil kepala madrasah, tim pengembang kurikulum, dan beberapa guru kelas 7. Kegiatan yang berlangsung selama lebih kurang 3 jam tersebut diawali dengan diskusi terkait kendala atau permasalahan yang dihadapi para guru.

Beberapa hal yang didiskusikan antara lain terkait pengorganisasian pembelajaran dan struktur kurikulum, pengorganisasian kegiatan P5 dan P2RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil’alamin), serta kegiatan belajar mengajar khususnya di kelas 7.

Dalam pemaparannya, Sobari mengacu pada KMA nomor 347 tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah. Untuk pengorganisasian pembelajaran.

“Bahwa 100% kegiatan dibagi menjadi 2 yakni untuk intrakurikuler dan kokurikuler berupa P5RA sebanyak 20-30% per tahun. Dalam implementasinya, P5RA bisa dilaksanakan dengan sistem blok atau mengambil 1 hari tiap pekan. Madrasah sekurang-kurangnya menyelenggarakan P5RA 3 kali selama 1 tahun pembelajaran. sedangkan untuk tema sudah ditetapkan oleh pemerintah dan tercantum dalam regulasi,” tuturnya.

Sobari menambahkan, guru bisa menjadi koordinator projek maksimal pada 3 kelas. Sementara itu, untuk kegiatan pembelajaran pada kurikulum merdeka terdapat perbedaan dengan kurikulum sebelumnya. Sebagai contoh, adanya pembelajaran berdiferensiasi, artinya ada perbedaan perlakuan terhadap murid dengan berbagai kemampuan.

Selain itu, Sobari juga berharap, guru  lebih kreatif setiap kali mengadakan kegiatan di kelas agar pembelajaran menjadi menyenangkan, terpusat pada siswa, mengutamakan kompeten dibandingkan konten, serta mengajak siswa agar bisa memahami materi dengan pendekatan yang lebih kontekstual.

Kepala MTsN 2 Pekalongan, Imam Sayekti memberikan dukungan dan apresiasi terhadap pendampingan IKM ini.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini memberikan pencerahan dan meningkatkan semangat dalam melaksanakan amanat kurikulum merdeka di MTsN 2 Pekalongan,” tuturnya.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama oleh seluruh hadirin dengan optimisme untuk menyukseskan IKM di madrasah. (Why/Ant/bd).