Sambut Kurikulum Merdeka, Kepala MTs Negeri 3 Banjarnegara Ikuti Sosialisasi

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Banjarnegara – Dalam usaha untuk memulihkan kembali pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum nasional selanjutnya akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Dalam rangka mensukseskan Kurikulum Merdeka tersebut Natir selaku kepala MTs Negeri 3 Banjarnegara sekaligus sekretaris K3M MTs Kabupaten Banjarnegara mengikuti sosialisasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan oleh Kemenag Banjarnegara dengan K3M MTs Kabupaten Banjarnegara. Acara tersebut digelar di MTs Negeri 2 Banjarnegara dan di ikuti oleh seluruh anggota forum komunikasi K3M MTs Kabupaten Banjarnegara, Rabu, (25/05).

Karsono, selaku Kankemenag Kabupaten Banjarnegara memberi arahan agar madrasah terus menyambut baik kebijakan pemerintah terkait penerapan Kurikulum Merdeka. “Kementerian Agama ikut mendukung penuh rilisnya Kurikulum Merdeka. Tahun pelajaran 2022/2023  dengan menggunakan pola piloting bagi madrasah yang ditunjuk oleh kementerian agama atas dasar usulan dari madrasah itu sendiri, selain itu kami harap seluruh madrasah bisa menyambut dengan baik kebijakan dari pemerintah perihal Kurikulum Merdeka,” terangnya.

Natir selaku Kepala MTs N 3 Banjarnegara dan sekaligus sekretaris K3M MTs Kabupaten Banjarnegara menyampaikan, sosialisasi ini adalah langkah awal madrasah mempersiapkan Kurikulum Merdeka. “Kegiatan sosialisasi yang diawali dengan target peserta Kepala madrasah dan Waka Kurikulum menjadi langkah awal madrasah mempersiapkan diberlakukannya Kurikulum Merdeka. Kedepan tentunya Masih ada agenda selanjutnya untuk melakukan pembahasan teknis tentang Kurikulum Merdeka tersebut dengan melibatkan segenap guru mata pelajaran yang ada di madrasah,” terangnya. (ar/ak/rf)