Semua Siswa MAN 2 Kota Semarang Dinyatakan Naik 100%

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Semarang – Kepala MAN 2 kota Semarang, H. Junaedi didampingi wakil kepala bidang kurikulum Budi Susanto dan staf kurikulum Jamaludin dan Sukron memimpin rapat kenaikan kelas X dan XI tahun ajaran 2021/2022 di ruang kelas XII IPS 1, Rabu (15/6/2022). Hasil dari rapat tersebut, semua siswa kelas X dan XI dinyatakan naik 100 %.

Budi Susanto menerangkan, dalam pertemuan tersebut setiap wali kelas melaporkan nilai  yang diperoleh oleh peserta didiknya, termasuk aspek sikap. Selain itu, setiap guru mata pelajaran (mapel) dan guru bimbingan konseling (BK) juga diberikan kesempatan untuk mengoreksi, memberikan tanggapan apakah siswa-siswi tersebut layak naik kelas atau tidak. “Dasar keputusan berdasarkan hasil laporan penilaian oleh wali kelas dan juga guru mapel dan BK,” terangnya.

Jamaludin juga menuturkan hal serupa, kelulusan siswa tersebut didasarkan pada hasil penilaian yang diberikan oleh para guru, baik wali kelas, guru mapel maupun guru BK. “Sebelum rapat, semua guru diberikan lembaran  kriteria kenaikan kelas yang telah disepakati. Hasil penilaian tersebutlah yang menjadi dasar layak tidaknya seorang siswa dinyatakan naik kelas,” ujar Jamaludin.

Wali kelas XI MIPA 4 Ahmad Riyatno, yang ikut dalam gelaran rapat tersebut menyampaikan pendapatnya akan perlunya kebijakan dari seluruh peserta rapat terkait penilaian siswa, mengingat kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam masa pandemi Covid-19, yang penuh kleterbatasan. “Masa pendemi Covid-19 sangat berdampak besar terhadap dunia pendidikan, terutama perkembangan intelektual, emosional dan spiritual  peserta didik, sehingga memaksa guru  harus mampu menyesuaikan dan menyikapi masalah ini Dengan bijak dan cerdas dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar sehingga hasil KBM dapat maksimal,” ungkapnya.

Dalam pengarahannya, H. Junaedi  menandaskan perlunya kerja keras dari seluruh pihak guna terwujudnya kualitas pendidikan yang lebih baik. “Alhamdulilah 395 peserta didik kelas X dan kelas  386 anak siswa XI semua jurusan dinyatakan naik kelas,” tuturnya.

“Mengajar, mendidik dan membimbing dengan penuh kesungguhan adalah tugas utama guru, terutama dimasa pandemi, yaitu persentase pertemuan dengan peserta didik lebih banyak secara online, sehingga kurang maksilmalnya KBM dan kontrol terhadap siswa, sehingga ada beberapa anak yang nilai kognitif, psikomotor, afektifnya kurang bagus,” sambungnya.

“Kedepan  perlu kerja keras dengan diiringi doa, agar anak-anak menjadi cerdas, shalih- shalihah,” pungkasnya.(Ahmad Riyatno/NBA/rf)