081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Bidang Penaiszawa Gelar Penguatan Pendayagunaan Zakat dan Wakaf se-Jawa Tengah di Asrama Haji Manyaran

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Penguatan Program Pendayagunaan Zakat bagi Penyelenggara Zakat dan Wakaf pada Selasa (18/11/2025) di Asrama Haji Manyaran, Islamic Centre Kota Semarang.

Kegiatan ini diikuti oleh para Kasi Garazawa Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat tata kelola zakat dan wakaf di daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Muhibuddin, Kasubdit Pengawasan Lembaga Pengelola Zakat Ahmad Syauqi, serta Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Imam Buchori yang memberikan arahan langsung kepada peserta.

Dalam sambutannya, Imam Buchori menegaskan pentingnya kolaborasi antara para penyelenggara zakat dan wakaf dengan berbagai lembaga terkait, termasuk Baznas, Laznas, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Ia mengingatkan bahwa penguatan program pendayagunaan zakat dan wakaf tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pusat, tetapi harus ditopang oleh kinerja aktif dari seluruh jajaran Kemenag di daerah.

“Daerah-daerah yang belum ditunjuk sebagai Kota Wakaf atau Kampung Zakat jangan tenang-tenang saja. Baznas, Laznas termasuk BWI mohon selalu diawasi dan dibantu agar mereka semuanya tetap on the track. Jenengan jadi tumpuan,” tegasnya.

Imam juga meminta Garazawa di seluruh kabupaten/kota untuk memahami perkembangan zakat dan wakaf secara komprehensif, baik mengenai kondisi Baznas dan Laznas di wilayahnya maupun terkait regulasi terbaru yang mengatur pengelolaan zakat dan wakaf.

Selain itu, Ketua Tim Pemberdayaan Wakaf Attan Navaron yang sekaligus mewakili panitia penyelenggara turut memberikan pesan agar para pegawai Kemenag yang terlibat dalam pengelolaan zakat dan wakaf memiliki kepercayaan diri yang kuat saat membahas isu-isu strategis terkait tata kelola dua instrumen keummatan tersebut.

Melalui kegiatan penguatan ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pembinaan terhadap lembaga amil zakat dan nadzir wakaf di daerah masing-masing, sehingga pengelolaan zakat dan wakaf di Jawa Tengah semakin profesional, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Skip to content