Umbulharjo, Yogyakarta (Humas) — Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah kembali menguatkan komitmennya dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan agama melalui kegiatan Evaluasi Pemutakhiran Data EMIS dan SIAGA yang diselenggarakan di Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (18/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan para operator, pengelola data, serta pemangku kepentingan terkait dari berbagai daerah.
Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan guru agama memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, guru agama tidak hanya mengajarkan aspek kognitif, tetapi juga menjadi teladan perilaku sekaligus pembimbing rohani.
“Guru agama memiliki satu hal yang tidak bisa dielakkan, yaitu pengalaman rohaniahnya yang memberikan teladan kepada anak didiknya. Bukan sekadar kognitif, tetapi perilaku guru agama itu memberi contoh kepada peserta didik,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemutakhiran data guru agama menjadi sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan keagamaan berjalan sesuai standar. Data valid dibutuhkan untuk mengetahui berapa jumlah guru agama yang benar-benar memiliki latar belakang keagamaan yang sesuai, dan berapa yang hanya diperbantukan.
“Ini efeknya jauh. Dalam pembentukan sikap, perilaku, dan karakter anak didik sangat dipengaruhi oleh guru agama. Oleh karena itu, kita perlu data yang valid. Pemutakhiran data ini harus betul-betul rinci dan teliti: berapa jumlah guru agama, bagaimana latar belakangnya. Selanjutnya perencanaan juga harus tepat dalam hal pemenuhan hak dan kewajiban guru agama,” lanjutnya.
Sementara itu, Kabid PAIS Kanwil Kemenag Jateng, Nurzaini Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kantor Kemenag kabupaten/kota dan Dinas Pendidikan.
“Rencana kami di Bidang PAIS, bersama para Kasi Pendidikan Agama Islam di Kemenag kabupaten/kota serta Dinas Pendidikan, sinerginya akan kita bangun lagi. Insyaallah akan lebih sering kita adakan atas dukungan penuh dari Bapak Kakanwil,” terang Nurzaini.
Kegiatan evaluasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas data EMIS dan SIAGA, yang nantinya berimbas pada perencanaan dan kebijakan pendidikan agama di Jawa Tengah. Dengan data yang akurat, layanan kepada guru agama dan peserta didik dapat disusun dengan lebih efektif dan berkelanjutan.









