Cegah Politisasi Masjid sebagai Ajang Kampanye

Mungkid – Forum Komunikasi Takmir Masjid Kabupaten Magelang mengharapkan masjid tidak dipolitisasi terkait Pemilihan Kepala Daerah serentak, mulai Pilbup, Pilgub hingga Pemilihan Presiden 2019. Sebab, fenomena menunjukkan sebagian calon telah melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat maupun tokoh agama di beberapa daerah melalui sarana masjid guna menyosialisasikan program-programnya.

Sekretaris Forum Takmir Masjid Amirudin Nurussholeh, yang merupakan JFU pda Seksi Bimas Islam menyampaikan hal tersebut melalui media sosial, Rabu, (07/02). Ia mengharapkan masjid tidak dipolitisasi sebagai ajang kampanye, sesuai dengan hasil Deklarasi Forum Komunikasi Takmir Masjid di Ponpes Nurul Ali Sempu Ngadirojo Secang, Jumat, (02/03) lalu. Dalam kegiatan silaturahmi  tersebut anggota Takmir Masjid, Imam, dan Khotib sekabupaten Magelang berjumlah 100 orang telah melaksanakan deklarasi Cegah Politisasi Masjid sebagai Ajang Kampanye.

“Ya, beberapa bulan ini kita sedang menghadapi Pilkada serentak, mulai Pilbup, Pilgub hingga Pilpres 2019. Fenomena ckp menarik sebagian calon melakukan pendekatan kepada tomas dan toga di beberapa  daerah melalui sarana masjid guna sosialisasi calon dan programnya, bahkan bisa jadi materi khutbah disalahgunakan untuk memasukkan konten yang membakar sentimen umat Islam,” kata Nurussholeh.

Nurusholeh berpendapat salah satu kekhawatirannya adalah pasangan calon juga menjadikan masjid sebagai sarana untuk memperoleh dukungan, karena masjid merupakan tempat strategis untuk mengumpulkan jamaah tanpa mengeluarkan biaya terlalu besar.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi. Mencegah sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kab. Magelang Afifudin, menekankan pentingnya imam dan khotib yang berkualitas. Untuk membawa kesejukan, materi khutbah hendaknya disampaikan dengan bahasa yang humanis dan menyejukkan tidak sebaliknya.

Sedangkan Kepala Kankemenag Kab. Magelang, Mad Sabitul Wafa menyampaikan bahwa Kemenag sangat mengapresiasi kegiatan Forum Silaturahmi Takmir Masjid sebagai media dalam menjalin persatuan dan kesatuan umat Islam di kabupaten Magelang. Wafa menyampaikan bahwa saat ini Kemenag bersama Pemda intens untuk mewujudkan Islamic Center untuk dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembinaan dan pemberdayaan masjid secara luas.

Melalui silaturahmi Takmir Masjid, Nurussholeh berharap selain menjadi sarana koordinasi takmir, peningkatan dan pemberdayaan takmir, sekaligus peningkatan kualitas manajemen Idaroh (kepengurusan), Imaroh (kemakmuran), dan Ri’ayah (Pemeliharaan). (ans/am/bd)