Dishub Tata Ulang Parkiran Disekitaran Masjid Agung Agar Lebih Optimal

Kota Magelang – Dinas  Perhubungan Kota Magelang menggelar rapat koordinasi dalam rangka pengaturan parkir untuk masjid Agung Kota Magelang. Hadir pada rakor yang di mulai pagi ini  pukul 08.00 WIB Jum'at (28/05) di ruang rapat Dinas Perhubungan Kota Magelang dari berbagai instansi yakni Polres, Keabangpolinnas, Bagkesra Sètda, Kelurahan Cacaban, Takmir Masjid Agung, Pengurus Gereja, pengelola parkir Masjid Agung dan Kemenag Kota Magelang.

Nur Singgih Kepala Bidang Lalulintas dan Parkir Dishub Kota Magelang menyampaikan “Sesuai arahan dari Walikota Magelang, hari ini kita akan membahas penataan kembali parkir di sekitaran Masjid Agung Kauman agar tidak terjadi penumpukan dan kemacetan lalu lintas.

Hal ini sangat memerlukan saran dari berbagai stake holder agar kepentingan umat islam untuk beribadah tetap berjalan dengan baik, namun akses publik juga dapat terakomodir dan tidak terhambat” katanya.

Humas Kankemenag Kota Magelang mewakili kepala kantor menyampaikan “Pada prinsipnya kami menyambut baik dan mendukung kebijakan Walikota Magelang  untuk penertiban parkir di kawasan Masjid Agung demi untuk kebaikan bersama. Akan tetapi perlu juga di antisipasi terhadap situasi yang ada. Kami berharap dipikirkan pula rekayasa lalulintas agar ketika ibadah shalat Jum'at tengah berlangsung tidak terjadi kebisingan akibat arus lalu lintas yang mengganggu kekhusukan” usul Hari Suryono.

Pada dasarnya seluruh peserta rakor yang hadir mewakili instansinya bersepakat untuk menyukseskan kebijakan Walikota Magelang tersebut. Berbagai stake holder terkait memberikan saran dan masukan terbaiknya agar dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan baik secara teknis maupun sosial sebagai dampaknya.

Pengurus Gereja Katholik Santo Ignatius juga menyatakan kesediaannya membantu dengan menyediakan lahan parkir yang tersedia di lokasi gereja untuk menampung keterbatasan lahan parkir yang ada. Tentunya sikap kooperatif pihak gereja ini mendapatkan apresiasi dari seluruh peseta rakor yang hadir.

Semoga saja toleransi antar umat beragama yang telah terbangun dengan kokoh ini dapat senantiasa terbina di Kota Magelang. (HS).