FKUB Majalengka Kunker ke Salatiga Gali Kerukunan Beragama

Salatiga — Capain kota paling toleran Kota Salatiga adalah peran seluruh stakeholders, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkompinda dan juga seluruh elemen masyarakat Kota Salatiga yang senantiasa menjaga kondusifitas kota. Demikian disampaiakn Walikota Salatiga dalam penerimaan Kunjungan kerja (Kunker) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten Majalangka Jawa Barat ke FKUB Kota Salatiga.Kamis (7/2).

Rombongan yang terdiri dari pengurus FKUB Majalengka, Kepala Kesbangpol, Kantor Kementerian Agama diterima langsung oleh Walikota Salatiga Yuliyanto bersama Kepala OPD terkait dan segenap jajaran pengurus FKUB Kota Salatiga Salatiga, di rumah dinas Walikota Salatiga.

Kunker FKUB Majalengka bertujuan untuk  menggali ilmu terkait keberlangsungan kehidupan FKUB Kota Salatiga  yang cukup eksis.

Walikota Salatiga Yuliyanto mengatakan ada lebih dari 30 etnis dan sekitar 300 WNA dari berbagai negara tinggal di Salatiga ini. Pembangunan di Kota Salatiga fokus pada pembangunan pendidikan, kesehatan dan juga UMKM.

 “Salatiga dinobatkan menjadi kota terbaik kedua toleransi. Siapapun bisa hidup harmonis dan bebas beraktivitas tanpa ada yang menganggu. Toleransi bisa terwujud manakala angka kemiskinan menurun dan rakyat hidup sejahtera. Selain itu, Salatiga menjadi kota cerdas kedua karena pemerintah fokus membangun sumber daya manusia,” tuturnya.

Utamanya pada periode pertama Yuliyanto Haris memang difokuskan pada pembangunan manusia. “Tiga hal tersebut akan menghasilakan masyarakat yang wasis (cerdas), waras (sehat), dan wareg (sejahtera) dan semuanya tersebut ternyata berimbas pada tingkat toleransi masyarakat,” jelas Yuliyanto

Walikota juga menjelaskan bahwa jauh sebelum ada FKUB, di Kota Salatiga sudah ada Majelis  Pimpinan Umat Agama di Salatiga (PUASA). Forum tersebut merupakan bukti bahwa di Kota Salatiga sudah ada keinginan untuk hidup damai oleh para tokoh agama dan hal ini didukung oleh masyarakat.

Selanjutnya disamping sebagai petugas pembaca doa, Kepala Kemenag kota Salatiga, Fahrudin juga diberi waktu untuk memberikan tanggapan atas dana hibah yang yang diberikan Kementerian Agama untuk FKUB.

“Dana hibah sebesar Rp. 50.000.000,- dari DIPA yang ada di Kemenag sepenuhnya diberikan pada FKUB selanjutnya masuk kerekening FKUB,”kata Fahrudin.

Fahrudin berharap FKUB dapat menggunakan hibah tersebut dengan baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan pelaporan pertanggung jawaban LPJ.

Kegiatan ditutup dengan diskusi hangat yang dipandu oleh Kepala kesbangpol Kota Salatiga, Agung Nugroho. (KK).