Gema FKUB Gelar Kompetisi Film Dokumenter Kerukunan

Rembang – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Generasi Muda Forum Kerukunan Umat Beragama (Gema FKUB) Kabupaten Rembang menggelar lomba film dokumenter dengan tema Kerukunan. Lomba ini bertujuan untuk mengasah kemampuan pelajar/mahasiswa di Rembang di bidang perfilman.

Pemenang lomba yang telah beberapa waktu lalu diadakan ini diumumkan pada acara Penguatan Kerukunan Generasi Muda Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Rembang, FKUB, dan Gema FKUB, pada Sabtu (28/10) di Gedung Hijau kompleks rumah dinas Wakil Bupati Rembang.

Tampil sebagai juara I yaitu SMK Umar Fatah dengan judul film ‘Perbedaan’, juara II SMK Avicena dengan film ‘Thel Last Pro’, juara III Akademi Semen Indonesia dengan judul film ‘Aksi’, juara IV SMA Sulang dengan judul film ‘Adu Domba’, dan juara V SMK Al-Mubarok dengan judul film ‘Kelas Nasional’.

Piala serta penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Bupati Rembang, Bayu Andrianto, Dandim 0720 Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady, dan pengurus FKUB Romo Carolus Jande.

Acara ini diawali dengan dialog bersama tiga narasumber di atas dengan sekitar 200 siswa/mahasiswa. Sementara Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah didampuk untuk membuka acara.

Dalam sambutannya, Atho’illah mengatakan, pemuda masa kini harus mempunyai semangat untuk memajukan bangsa, sebagaimana semangat para pemuda 89 tahun silam.

Menurut Atho’illah, pemuda adalah salah satu kekuatan terbesar bangsa untuk tampil di kancah Internasional. “Sebagaimana yang dipaparkan Bung Karno,’Beri aku 10 Pemuda, maka akan kuguncangkan dunia’,” tandas Atho’illah.

Dalam dialog, Wabup menyampaikan, FKUB merupakan wahana komunikasi antar komunitas. Oleh karenanya, FKUB maupun generasi mudanya hendaknya sering membangun komunikasi dengan baik. “Saya bersyukur, karena di Rembang kerukunan tercipta kondusif, dan tidak ada gesekan antar desa,” katanya.

Wabup juga berpesan kepada generasi muda agar menjaga diri dan menghindari narkoba, kenakala remaja, gerakan radikalisme, dan lainnya yang dapat merusak keberlangsungan bangsa.

Sementara Darmawan mengatakan, Indonesia saat kini tengah diterpa oleh peperangan yang tidak berbentuk. Berbagai macam adu domba antara etnis, ormas, agama, bahkan antar lembaga pemerintah sengaja diciptakan oleh pihak tertentu untuk memecah belah NKRI.

“Demikian pula narkoba, pornografi, dan kenakalan remaja, itu juga diciptakan untuk merusak generasi muda Indonesia. Kita sebagai generasi muda harus pandai-pandai membacanya, dan menghindarinya,” tukas Darmawan. — ss/bd