Gereja Sebagai Pusat Pendidikan Jemaat.

Pati- Gereja bukanlah sekedar tempat berkumpulnya umat atau jemaat, melainkan center of education bagi seluruh warga gereja. Dalam konteks ini gereja harus memberikan layanan pendidikan atau pembinaan bagi warga gereja.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati bersama Penyelenggara Pendidikan Agama Kristen mengadakan kegiatan Pembinaan kepada jemaat kristen Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) “Sobat Setia” Ngawen Cluwak Pati sekaligus penyerahan bantuan sarana ibadah, yang dihadiri Kepala Kankemenag Kab. Pati Akhmad Mundakir, Gara Kristen Budi Astuti dan jemaat gereja “Sobat Setia” (8/3).

Mundakir dalam arahannya mengatakan Kualitas beragama harus senantiasa ditingkatkan dari hari ke hari. Kualitas beragama banyak ditentukan oleh bagaimana seseorang merasakan kehadiran Tuhan dalam dirinya. “itulah yang disebut pengalaman keagamaan”, jelasnya.

Lebih lanjut Mundakir menjelaskan, Pengalaman keagamaan terwujud dalam 3 (tiga) bentuk yaitu pemikiran, perbuatan dan persekutuan. Dalam bentuk pemikiran, para umat kristen harus selalu meningkatkan pengetahuan agamanya.

Ditambahkan, dalam bentuk perbuatan jemaat harus rajin ke gereja untuk melaksanakan kebaktian. Dalam bentuk persekutuan jemaat harus memupuk rasa persaudaraan dan kerukunan, baik intern maupun antar umat beragama,”jelas Mundakir.

Gereja terbentuk dengan tugas-tugas dan amanat pendidikan, dimana gereja harus mengajar. Kata ini jelas akan membawakan “esensi” yang penting dan absolut bahwa gereja masa kini menjadi pusat pendidikan rohani bagi jemaat yang dilayani,”urai Mundakir mengakhiri arahannya.

Kegiatan pembinaan ini diakhiri dengan penyerahan bantuan sarana ibadah dari Kementerian Agama Kabupaten Pati, yang diserahkan Kepala Kankemenag Kab. Pati Akhmad Mundakir kepada ketua majelis GITJ “Sobat Setia” Tulus berupa alat keyboard, laptop dan LCD. (Athi’/bd)