081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Gong Virtual Ditabuh, Gerakan Wakaf Uang Jateng Resmi Diluncurkan bersama Kemenag se-Jateng

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Jawa Tengah bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah resmi melaunching Gerakan Wakaf Uang bagi ASN, peserta didik, dan masyarakat di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026), di Auditorium Majeng, Semarang.

Kegiatan ini dihadiri para Kepala Kantor Kemenag dan Kasubbag TU se-Jawa Tengah, pimpinan ormas Islam, serta Gara Zawa Kemenag se-Jateng secara langsung. Sementara itu, jajaran KUA, madrasah, dan pesantren se-Jawa Tengah mengikuti acara secara daring melalui Zoom Meeting.

Ketua Nazhir Wakaf Uang BWI Jawa Tengah, Eman Sulaeman, dalam laporannya menyampaikan bahwa nazhir wakaf uang BWI Jateng akan mentasharufkan hasil pengelolaan wakaf uang untuk kepentingan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan kemandirian ekonomi umat.

“Hasil pendayagunaan wakaf uang nantinya akan didistribusikan ke kabupaten/kota dengan mempertimbangkan prosentase besaran pengumpulan wakaf uang di masing-masing daerah,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh hadirin untuk memulai gerakan wakaf uang sejak saat ini. Dengan penuh semangat, Eman menyampaikan motto yang menggugah, “JANGAN BERANI MATI SEBELUM MEMILIKI MESIN PENCETAK PAHALA YANG MENGALIR SAMPAI HARI KIAMAT. MESIN ITU ADALAH WAKAF.”

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menegaskan bahwa launching wakaf uang ini merupakan hasanah kebaikan yang harus disambut sebagai panggilan nurani untuk berwakaf.

“Pertanyaannya, wakaf uang kita setelah kita meninggal terputus atau tidak? Ayo kita yakini bersama, kita dorong bersama bahwa wakaf ini akan bermanfaat dan pahalanya akan tersambung sampai akhirat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan ini dimulai dari ASN Kemenag sebagai pelopor. Tahun 2026, Kanwil Kemenag Jateng menargetkan penghimpunan wakaf uang sebesar Rp50 miliar.

“Kemenag memiliki program pemberdayaan ekonomi umat. Untuk Baznas sudah berjalan, tetapi untuk wakaf belum optimal. Mari kita gerakkan bersama melalui launching wakaf hari ini,” tegasnya.

Prosesi launching dilakukan secara simbolis melalui pemukulan gong virtual oleh pimpinan, yang kemudian dilanjutkan dengan antusiasme para peserta yang berbondong-bondong melakukan scan barcode wakaf uang yang telah disediakan oleh BWI Jateng bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Jawa Tengah.

Dengan gerakan ini, diharapkan wakaf uang menjadi budaya kebaikan kolektif di lingkungan Kemenag Jawa Tengah, sekaligus menjadi instrumen strategis dalam membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Skip to content