Gubernur Serahkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Baitul Makmur Purwodadi

Grobogan – Dalam kegiatan road show di Kabupaten Grobogan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluangkan waktunya untuk memberikan bantuan pembangunan Masjid Baitul Makmur Purwodadi. Bantuan tersebut merupakan pentasyarufan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah. Disaksikan Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Pengurus Baznas Provinsi Syafiq, Ganjar menyerahkan uang tunai seratus juta rupiah kepada Ketua Takmir Masjid Hafiduddin yang biasa disebut Gus Didin, Selasa (07/03). 

Masjid Baitul Makmur Purwodadi layak mendapatkan bantuan tersebut karena sedang melaksanakan pembangunan tempat wudhu, kantor dan rumah singgah imamnya. Di samping itu bangunan gedung Masjid Agung Kabupaten Grobogan tersebut sudah cukup tua dan sudah waktunya untuk dipugar. Sebenarnya pada tahun 2014 masjid tersebut sudah mendapatkan alokasi pembangunan dari APBD Kabupaten Grobogan sejumlah 4 miliyar rupiah, namun pada waktu itu diperkirakan masih belum mencukupi akhirnya batal dilaksanakan.

Pada kesempatan tersebut Ganjar menyampaikan sedang membangun gerakan zakat di Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah karena sangat besar manfaatnya. ”Selain kewajiban dalam agama Islam, zakat sebagai sarana tolong-menolong. Hablumminallah dan Hablumminannas. Jadi selain beribadah untuk Maha Pencipta juga ke sesama manusia,” ucap Ganjar.

Lebih lanjut Gubernur yang diusung oleh partai banteng bermoncong putih tersebut mengatakan, potensi zakat di pemerintah provinsi ternyata tidak sedikit, namun perlu perjuangan karena membiasakan mengeluarkan sebagaian hak fakir miskin tersebut tidak mudah.

Namun sekarang ini, ungkap Ganjar, kesadaran masyarakat untuk menyalurkan zakat mulai meningkat. ”Data Baznas Provinsi Jawa Tengah sendiri memotret bahwa dalam tiga tahun ini terjadi peningkatan. Tahun 2016 lalu jumlah zakat yang terkumpul mencapai 1,5 miliar,” paparnya.

Ganjar menghimbau kepada masyarakat, khususnya pegawai negeri sipil agar berperan aktif dalam meningkatkan zakat profesi. ”Zakat sebagai salah satu rukun Islam mempunyai potensi yang besar dalam melakukan pembangunan terutama mengurangi angka kemiskinan. Oleh karena itu potensi yang besar ini harus dikembangkan lagi,” ajaknya.

Ia juga mengharapkan pegawai untuk membiasakan membayar zakat yang merupakan suatu kewajiban umat Islam. Harapannya masyarakat luas dapat mengikuti gerakan tersebut. (bd-pr/gt)