Harlah ke-29, IPHI Kab.Semarang Siap Kelola Pesantren Tahfidz

Ungaran – Ka. Kankemenag Kab. Semarang, Muhdi, lakukan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren tahfidz Al Mabrur di kompleks Masjid Agung IPHI Kabupaten Semarang, Jum’at (22/3) siang. Kegiatan yang diawali dengan sholat Jum’at berjamaah ini merupakan rangkaian kegiatan tasyakuran hari lahir Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) yang ke-29 tahun 2019 tingkat Kabupaten Semarang.

Dalam sambutannya, Muhdi mengucapkan, selamat atas dibangunnya gedung pesantren tahfidz dan berharap agar IPHI selaku pengelola mampu menjalankan roda keberlangsungan pesantren dengan baik.

“Selamat, semoga pembangunannya segera rampung dan bisa ditempati oleh generasi-generasi Qur’ani di Kabupaten Semarang,” ucap Muhdi.

Selain itu, Ka. Kankemenag juga berpesan kepada segenap pengurus IPHI yang hadir agar semakin solid dan kompak dalam membina jemaah haji, baik sebelum berangkat maupun sesudah kembali dari tanah suci.

“Karena anggota organisasi ini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, kami harap para pengurus bisa memposisikan diri dengan sebaik-baiknya guna memperkokoh ukhuwah islamiyah di Kabupaten Semarang,” lanjutnya.

Sementara itu, ketua IPHI Kabupaten Semarang, Munashir, mengatakan bahwa dengan semangat harlah ke-29, IPHI sebagai organisasi yang independen dituntut untuk berperan serta mensukseskan program pemerintah, utamanya dalam memperkokoh jalinan ukhuwah dan membangkitkan ekonomi keumatan.

“Ini adalah PR kami selaku pengurus, agar bisa istiqomah dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada jemaah haji. Untuk itu, perlu sinergi yang kuat antar sesama pengurus dan anggota, agar program-program yang sudah ada mampu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Munashir.

Munashir juga berharap agar dengan wadah IPHI ini nantinya para alumnus Makkah-Madinah bisa menyalurkan ide dan gagasan yang dimiliki demi kemajuan dan keberlangsungan organisasi.

“Di tengah tahun politik yang sedang bergulir, sudah saatnya IPHI Kabupaten Semarang maju dan menjadi tauladan dalam melahirkan tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang mampu menyerap dan menyalurkan aspirasi anggota dengan baik guna kemajuan dan keberlangsungan organisasi ini,” pungkasnya.(Shl/Sua)