Ibadah Sosial agar Menjadi Unggulan ASN KUA

Mungkid – Para ASN di Kantor Urusan Agama (KUA) dituntut berbenah agar memberikan pelayanan yang baik dan tertib administrasinya. KUA dituntut tidak saja melaksanakan tugas terkait pencatatan nikah, tetapi juga mengedepankan nilai ibadah sosial sehingga kegiatan Kementerian Agama semakin terlihat dan memuaskan bagi masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, saat memberikan pembekalan pada rapat koordinasi Tim Entry Data KUA di KUA Salaman, Rabu, (14/02).

Sabitul Wafa menjelaskan, sebagai insan Kementerian Agama masyarakat memandang pegawai Kemenag memahami persoalan-persoalan bidang keagamaan secara menyeluruh, misalnya haji, zakat, pernikahan, pendidikan madrasah, dan sebagainya. Implikasinya adalah ASN pada KUA harus mempunyai pengetahuan dan data-data valid yang dibutuhkan masyarakat.

“Karena keterbatasan SDM, pendataan pada Form17 tentang ibadah sosial yang memuat data masjid, majelis taklim, lembaga keagamaan, TPQ, Badko, dan lainnya sedikit terabaikan,” katanya.

“Saat ini tuntutan berbasis data sangat besar, sehingga diharapkan dapat serius untuk melakukan pendataan sesuai form tersebut. ASN KUA harus paham dan mempunyai data yang valid tentang data masjid, tokoh masyarakat, TPQ, jumlah pendaftar haji, dan sebagainya sehingga mampu menjelaskan kepada masyarakat yang membutuhkan,” lanjutnya.

Sebagai garda terdepan layanan Kementerian Agama, Sabitul Wafa mengharapkan layanan masyarakat di KUA dapat terus ditingkatkan dengan pelayanan yang ramah, ruangan yang bersih, penampilan yang baik, dan etika pelayanan baik.

“Berikan pelayanan yang ramah, sehingga masyarakat merasa terlayani dengan baik. Sampaikan bahwa saat ini di Kantor Kemenag sudah ada layanan satu pintu untuk pendaftaran haji. Masyarakat  tidak perlu ke bank untuk membayar biaya haji karena sudah bisa dilayani di kantor Kemenag,” terangnya.

“KUA adalah kantor pelayanan. Sehingga harus rapi, bersih, dan rajin. Laksanakan tugas dengan penuh inovasi dan tanggung jawab agar dapat dirasakan oleh masyarakat. Kedepankan etika yang baik dalam memberikan pelayanan,” lanjutnya.

Sabitul Wafa berpesan agar ibadah sosial dijadikan unggulan ASN KUA dalam bekerja selain melayani pernikahan.

“Jangan hanya melaksanakan nikah, tetapi ibadah sosial dilaksanakan dengan baik agar tusi Kemenag dapat terlihat,”pesannya. (am/bd)