Istighosah Guna Menaklukkan Hati untuk Menata Hidup

Jepara – Kementerian Agama Kabupaten Jepara dalam hal ini MTsN 1 Jepara menggelar Istighosah menjelang hari pelaksanaan Ujian Nasional di Aula Muhsolla MTsN 1 Jepara, Sabtu (16/03).

Sebanyak 384 siswa hadir mengikuti kegiatan ini. Pun tak ketinggalan, guru sebanyak 100 orang dan 11 orang komite, serta tamu undangan hadir dalam acara tersebut.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan khataman sebanyak 33 kali, Sholawat Nabi dan Mahallul Qiyam, pembacaan Ijab Qobul Ijazah Sholawat Kubro Syaih Junaidi Al Baghdadi, Istighosah, dan yang terakhir maidhoh hasanah oleh KH. Faidhi.

Kegiatan ini bertujuan untuk berdoa bersama, bermunajat kepada Allah SWT demi suksesnya penyelenggaraan Ujian Nasional serta mendapat hasil yang maksimal pada diri setiap siswa.

Umi Hanik Kepala MTsN 1 Jepara berharap, semua siswa dalam pelaksanaannya dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan mudah serta mencapai hasil yang maksimal dan tentunya dapat lulus seratus persen.

“Dikarenakan pelaksanaan Ujian Nasional yang telah semakin dekat, kami meminta para siswa untuk mempersiapkan diri baik berupa lahir maupun batin. Untuk lahir bisa dipersiapkan dengan belajar dan mempersiapkan fisik tubuh menjelang ujian besok, persiapan batin yakni dengan berdoa dan berdzikir sebanyak mungkin kepada Allah SWT supaya bisa diberi hasil yang terbaik,” harap Umi Hanik.

Selanjutnya selepas sambutan Kepala madrasah, dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah oleh KH. Faidhi. Beliau meminya kepada siswa agar memperbanyak doa dan dzikir menjelang ujian besok.

“Hidup didunia ada banyak ujiannya. Ujian tersebut bisa berupa ujian yang tertulis seperti ujian nasional ini dan ujian yang tidak tertulis yang tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari Allah SWT. Untuk menghadapi ujian tersebut, hati menjadi senjata inti dalam menghadapinya. Apabila hati kita baik, semua ujian pasti akan mudah dilewati sehingga akan mudah menata hidup,” tutur KH. Faidhi.

Ujian akan terasa sangat berat apabila hati menolak bahkan memberontak karena hati belum terlatih dalam menghadapi ujian. Hati akan mudah menerima apabil a sudah terlatih. Untuk melatih hati tersebut bisa melalui doa dan dzikir. Doa dan dzikir akan membuat hati menjadi luluh dan memberi angin segar pada diri manusia tersebut apabila ia sedang menghadapi persoalan.

“Hati akan sangat kuat apabila sudah dilatih dan terlatih dalam menghadapi permasalahan. Sehingga orang tersebut tidak akan terkaget-kaget apabila menerima ujian,” imbuhnya.

Sebagai penutup, KH. Faidhi berharap para siswa bisa menaklukkan hatinya supaya siap mengadapi semua ujian dan mudah menata hidup dan selamat dunia dan akhirat. (fm/gt)