Jalan Sehat Meriahkan Milad ke-24 MAN Wonogiri

Wonogiri – Dalam rangka memeriahkan Milad Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonogiri ke-24, seluruh civitas akademika MAN Wonogiri mengikuti jalan sehat, Kamis pagi (19/10) kemarin deengan mengambil start dan finish  di Halaman MAN setempat, Kamis pagi (19/10) kemarin.

Jalan sehat dalam rangka peringatan Milad MAN Wonogiri ke-24 tersebut di lepas oleh Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi di dampingi Kepala MAN Wonogiri H. Nuri Hartono, dalam sambutannya Ka. Kankemenag menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai ajang publikasi dan menajamkan eksistensi MAN Wonogiri di mata masyarakat Wonogiri, serta membumikan program panca prestasi madrasah, yakni prestasi dalam bidang akhlak mulia, ilmu agama, sains dan teknologi, bahasa dan budaya, olah raga dan seni

Untuk mewujudkan motto “Madrasah lebih baik, lebih baik madrasah” serta membuktikan bahwa saat ini madrasah sudah menjadi primadona dan pilihan masyarakat, acara tersebut juga bisa sebagai ajang publikasi, silaturahmi dan utamanya menyehatkan.

“Lulusan madrasah terbukti mempunyai kelebihan di banding dengan sekolah umum. Madrasah lebih berorientasi pada pendidikan moral atau akhlaq yang mampu mencetak generasi sholeh – sholehah tanpa meninggalkan ilmu umum, secara empiris bisa di lihat dan di rasakan banyak alumni yang madrasah yang menjadi menteri, gubernur, bupati dan walikota,” kata Subadi.

Penekanan pendidikan akhlaq merupakan sebuah upaya madrasah dalam menjaga moral generasi sekarang yang telah mengalami penurunan, saat ini banyak di tampilkan di media massa generasi muda yang melakukan perbuatan asusila, curat, miras, begal dan lebih tragis lagi ada yang melakukan perbuatan asusila atau kekerasan yang di lakukan di lembaga pendidikan itu sendiri.

Untuk itu Subadi beharap masyarakat memasukkan putra-putrinya bersekolah di madrasah utamanya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonogiri.

“Sekolah di MAN Wonogiri karena ada keseimbangan EQ dan IQ antara intelektual dan spiritual, cerdas otaknya tapi hatinya bersih insyaallah mempunyai amal yang lurus dan tetap uri-uri budaya jawa,” imbuhnya.

Madrasah juga berusaha untuk mendidik para siswa yang belajar pada Madrasah tersebut yang diharapkan dapat menjadi orang-orang yang mendalam pengetahuan keislamannya disatu sis,i serta mendalam penguasaan informasi dan tekhnologinya disisi yang lain. Madrasah juga berperan melakukan transfer ilmu-ilmu agama (tafaqquh fi al-din) dan nilai-nilai Islam (Islamic vaues), sehingga mampu memainkan peranan sebagai agen perubahan (agent of change). (Mursyid _ Heri/Wul)