Jamun, Meneladani Kartini Berarti Inovatif dan Kreatif

Cilacap – Pemikiran kreatif dan Inovatif Raden Ajeng Kartini membuahkan keteladanan yang menginspirasi banyak kalangan. Dengan kreatifitasnya dalam membangun dunia pendidikan, dia berhasil membawa kaum wanita Indonesia menuju cahaya. Kemauan besarnya untuk merubah keadaan merupakan pemikiran yang inovatif.

Keratif dan inovatif sangat pas dengan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama. Karenanya, momen peringantan Hari Kartini adalah suatu usaha dalam membangkitkan semangat berkarya. Hanya dengan kreatifitas dan pemikiran yang inovatiflah yang akan mampu menghasilkan karya terbaik.

Cantiknya seorang wanita bukan karena wajah, jabatan ataupun harta yang dimiliki. Kecantikan wanita utama berasal dari kualitas kepribadiannya. Cara berfikir, bersikap, bertutur kata, berbusana hingga melayani keluarga merupakan hal terpenting. Kelembutan seorang wanita merupakan kekuatan yang sangat dahsyat. Di dalam kelembutan terdapat fleksibilitas yang membuat siapapun akan merasa nyaman. Tutur katanya selalu menyejukkan, berbusana sederhana namun rapih.

Bagaimanapun kondisinya, dia akan berusaha tersenyum walaupun batinnya menjerit. Seperti apapun guncangan dalam hidupnya, dia akan selalu tegar, sabar dan tawakal. Seperti apapun perkataan seseorang, dia akan selalu membalasnya dengan lembut dan sopan. Dan yang paling utama dalam melayani keluarganya, dia akan selalu memberikan yang terbaik.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Jamun, Jumat (21/4) saat memberikan sambutan pada apel pagi di Halaman Kantor.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, cara meneladani Ibu Kartini adalah dengan terus berusaha merubah diri ke arah yang lebih baik. Berkebaya merupakan salah satu cara mengingat akan perjuangannya. Yang paling penting adalah esensi atau makna yang bisa membekas di dalam lubuk sanubari. Sehingga ke depan wanita Indonesia bisa mewujudkan cita-cita luhurnya.(On/bd)