Jelang UN, Siswa-Siswi Katolik Ikuti Penguatan Mental Spiritual

Mungkid – Siswa-siswi Katolik Kelas IX pada SMP sekabupaten Magelang mengikuti Pembinaan Mental Spiritual di Wisma Salam, 23 s.d. 24 Februari 2018. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan dan memperkuat mental siswa dalam rangka menghadapi Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.

Penyelenggara Katolik Kantor Kemenag Kab. Magelang Stanislaus Zeno  Taroreh, menyampaikan bahwa dalam rangka menghadapi Ujian Sekolah dan Ujian Nasional, sangat penting para siswa dibangkitkan motivasinya serta mempunyai siap mental dan spiritual mengahadapi ujian,  sehingga rasa cemas, kuatir, dan gelisah dapat berkurang.

“Sangat penting menyegarkan jiwa dan pikiran, rehat sejenak dari rutinitas belajar dan kesibukan lainnya dalam mempersiapkan USBN. Harapannya para lebih siap mental dan spiritual menghadapi ujian. Rasa cemas, kuatir, dan gelisah dapat berkurang. Kita berusaha semaksimal mungkin dan biarlah Tuhan yang menentukan,” kata Taroreh.

Selain mempersiapkan mental menghadapi Ujian Nasional, Taroreh menyampaikan bahwa pihaknya dapat membimbing siswa untuk menghayati, mengalami, mengekspresikan tanggapan serta penghayatan/pengalaman imannya serta mengembangkan iman, harapan, dan kasih Kristus melalui persaudaraan dan persahabatan sejati.

“Kita ingin mengembangkan iman, harapan, dan kasih Kristus melalui persaudaraan dan persahabatan sejati antar siswa-siswi Katolik di Kabupaten Magelang,” lanjutnya.

Dalam paparannya, Taroreh menjelaskan 18 nilai karakter yang harus dimiliki oleh seorang Remaja Katolik. Karakter tersebut antara lain Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif, Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli sosial, Tanggung jawab.

Ada tiga hal yang harus dimiliki oleh remaja Katolik, yaitu Pertama, Memiliki nilai sebagai pedoman hidupnya. Kedua, mempunyai tanggung jawab untuk bertindak, apabila melihat sesuatu yang berlawanan dengan rasa keadilan. Dan ketiga, remaja Katolik harus memiliki semangat belajar, kompetitif, dan energik.

Menurut Taroreh, remaja Katolik berkarakter baik apabila mempunyai indikator dapat mengenali diri sendiri, murah hati, memanfaatkan waktu sebaik mungkin, cinta diri sendiri, dan mengutamakan sifat sabar.

“Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi tentang Bangun UN dan Strategi Sukses UN dari Tim MGMP Kabupaten Magelang. Untuk penguatan iman mereka mendapatkan materi Iman yang Tangguh dari Romo Susanto,Pr,” ujar Taroreh

Di sela-sela kegiatan juga diadakan outbound untuk lebih mengakrabkan siswa dan membuat siswa lebih semangat mengikuti proses acara. (tika/am/bd)