Jemaah Calon Haji Hendaknya Fokus Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

Sragen – Kakankemenag Kab. Sragen, Ahmad Nasirin menyampaikan bahwa manasik haji baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten hendaknya diikuti seluruh jemaah calon haji, hal tersebut agar para jemaah semakin terlatih dalam pelaksanaan hajinya. Demikian dikatakan Kakankemenag Sragen saat menyampaikan sambutan pada Manasik Haji Tingkat Kabupaten Sragen di gedung IPHI Sragen, Selasa (03/07).

“Alhamdulillah pelaksanaan manasik haji tingkat kecamatan telah terlaksana dengan lancar selama seminggu kemarin, dan hari ini sampai besok akan kita adakan manasik haji tingkat kabupaten,” ujar Kakankemenag.

“Setiap jamaah haji hendaknya benar benar memahami seluruh rangkaian ritual haji, untuk itu hendaknya semua jemaah hendaknya dapat mengikuti manasik tingkat kabupaten ini secara serius, disamping juga bisa lebih mengenal jemaah se Sragen yang berjumlah 893,” tambah Nasirin.

Sementara itu Wakil Bupati Sragen, Dedi Indriyatno yang mewakili Pemerintah Kabupaten Sragen menyampaikan pengalaman pribadinya saat menjadi TPHD tahun 2017 dan meminta semua jemaah untuk lebih fokus pada ibadah haji, bukan umroh, bukan ziarah dan lainnya.

“Perjalanan haji dengan pesawat adalah perjalanan yang jauh, sekitar 10 jam dan bisa jadi banyak jemaah baru pertama kali mengalaminya, sehingga perjalanannya melelahkan dan menjemukan. Untuk itu perlu kreatifitas dari para petugas/TPHD untuk memberi motivasi, menghibur dan mengurangi ketegangan jemaah dengan cara mengajak peregangan, senam ringan dan yel yel,” kata Dedi.

“Jemaah juga hendaknya lebih fokus dalam pelaksanaan ibadah haji, bukan melaksanakan umroh berkali kali, melaksanakan ziarah dan yang lain. Silahkan melaksanakan ibadah sunnah tetapi jangan sampai terlalu capek sehingga mengganggu ibadah utama yakni ibadah haji.

Dalam data pada Kankemenag Kab. Sragen diketahui bahwa jumlah jemaah calon haji yang 893 orang tersebut terbagi menjadi 4 kloter, yakni kloter 47 – 50 SOC. Berdasar usia, jamaah termuda berusia 23 tahun dan tertua 88 tahun dengan kebanyakan jamaah berusia antara 51 – 60 tahun, sedangkan berdasar jenis kelamin pada tahun 2018 ini jumlah jemaah perempuan lebih banyak dibandingkan jamaah laki-laki. (ira/Wul)