Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali memberikan materi Penguatan Moderasi Beragama di MTsN 11 Boyolali

Ka Kankemenag Berikan Materi Moderasi Beragama di MTsN 11 Boyolali

Boyolali – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali memberikan materi tentang penguatan moderasi beragama bagi tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 11 Boyolali. Kegiatan yang dilaksanakan pada selasa (19/10) berlangsung di gedung MTsN 11 Boyolali. Diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 11Boyolali dan dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kab. Boyolali, Sauman. Bertindak selaku moderator, Pranata Humas Kankemenag Kab. Boyolali, Zulfanah Diana.

Dalam sambutannya Kepala MTsN 11 Boyolali, chambali menyampaikan bahwa kegiatan penguatan moderasi beragama yang diselenggarakan MTsN 11 boyolali dapat menjadi inspirasi bagi ASN di lingkungan MTsN 11 Boyolali.

“Materi Penguatan moderasi beragama yang akan disampaikan oleh nantinya akan menjadi semangat bagi tenaga pendidik dan kependidikan untuk membumikan moderasi beragama di lingkungan MTsN 11 boyolali, tidak terkecuali menambah wawasan bagi para guru untuk menyelipkan nilai nilai moderasi beragama pada setiap mata pelajaran.” Ungkap chambali

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Hanif Hanani dalam materinya menyampaikan bahwasannya perkembangan teknologi yang terjadi di dunia tidak dapat terelakkan. Persebaran informasi yang begitu masif melalui media elektronik sudah tidak dapat terbendung lagi. “Banyak diantara informasi yang berredar di dunia maya tidak sejalan dengan kepribadian kita sebagai bangsa indonesia, banyak sekali informasi menyesatkan atau hoax beredar di masyarakat melalui media sosial, dan salah satu golongan yang kadang mengakses informasi tersebut adalah anak anak kita di madrasah” Kata hanif

Diperkirakan dengan beredarnya informasi yang tidak seauai dengan kepribadian bangsa indonesia beberapa tahun kedepan terdapat lebih dari 50 persen pemuda yang menjalankan praktik keagamaan secara keras. Para pemuda tersebut memperoleh informasi keagamaan yang tidak sesuai dengan nilai nilai bangsa indonesia dari media elektronik.

“Tidak heran apabila ada penelitian yang menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun mendatang terdapat lebih dari 50 persen pemuda kita menjalakan praktek keagamaan secara keras.” Lanjut hanif

hanif menegaskan bahwa dalam rangka membentengi generasi muda dari praktek keagamaan secara keras, pemerintah melalui kementerian agama berusaha lebih menanamkan pemahaman moderasi beragama kepada masyarakat, utamanya calon genrasi muda yang kini sedang duduk di bangku madrasah.

“Melalui guru dan karyawan madrasah, diharapkan program moderasi beragama ini dapat ditanamkan kepada anak anak kita siswa madrasah, sehingga kedepannya para siswa madrasah dapat terhindar dari praktik keagamaan yang dijalankan tidak selaras dengan spirit kebangsaan dan kebhinekaan.”tegasnya. (Zoelva/Jaim/rf)