Kamad Berprestasi Sosialisasikan Diseminasi Hasil Diklat Penilaian

Purbalingga – Usai memenangkan Lomba Validasi Kurikulum Madrasah Tsanawiyah yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Purbalingga 12 Oktober lalu, Kepala MTs Ma’arif NU 08 Panican – Kemangkon, Toriq Jahidin menggelar Sosialisasi Diseminasi Hasil Diklat Penilaian di madrasahnya, Kamis (25/10). Ia menuturkan, dalam kegiatan yang dilaksanakan sehari tersebut dijelaskan tiga materi pokok yaitu: Konsep Dasar Penilaian, Penilaian Sikap dalam Kurikulum 2013, dan Penilaian HOTS (Higer-Order Thinking Skills).

“Materi yang disosialisasikan saya dapatkan pada kegiatan Diklat Penilaian Pembelajaran Guru Madrasah di Balai Diklat Keagamaan Semarang, 15 – 20 Oktober lalu,” ungkap Toriq.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukannya tersebut diikuti oleh 14 tenaga pendidik yang ada di MTs Ma’arif NU 08 Panican.

“Kegiatan ini masih di tingkat madrasah, karena untuk tingkat MGMP direncanakan akan dilaksanakan 12 November mendatang,” jelasnya.

Dalam materi Konsep Dasar Penilaian, Toriq menjelaskan tentang pengukuran, penilaian, evaluasi dan tujuan penilaian hasil belajar. Ia juga menguraikan tiga pendekatan dalam penilaian, yaitu: penilaian atas pembelajaran (assessment of learning), penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning), dan penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Penilaian atas pembelajaran dilakukan untuk mengukur capaian peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian untuk pembelajaran memungkinkan guru dalam menggunakan informasi tentang kondisi peserta didik untuk memperbaiki pembelajaran. Sedangkan penilaian sebagai pembelajaran memungkinkan peserta didik melihat capaian dan kemajuan belajarnya untuk menentukan target belajar,” ungkapnya menjelaskan.

Berpikir Kritis

Menyikapi tuntutan perkembangan zaman di abad 21 peserta didik dituntut untuk berpikir kritis. Maka penilaian pun dituntut mengarahkan peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher – Order Thinking Skills).

“Berpikir Kritis akan membantu peserta didik dalam menyelesaikan masalah, mengambil keputusan serta membedakan antara fakta dan opini. Juga membantu kita untuk tetap tenang sekalipun dalam menghadapi masalah yang sulit,” tandasnya. (sar/gt)