Kankemenag Kunjungi Korban Meninggal akibat Longsor di Jingkang

Purbalingga – Keluarga besar Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga berduka mendengar berita meninggalnya Al Taromi bin Dasirin (7 Tahun) siswa MI Ma’arif NU 02 Jingkang akibat bencana tanah longsor yang terjadi Kamis malam (22/02). Bencana tanah longsor yang menimpa rumah Solikhin warga Desa Jingkang RT 03/ RW 04 Kecamatan Karangjambu ini menimbulkan korban meninggal  4 orang dan 6 korban lainnya luka-luka.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono pada Jumat pagi (23/02) bersama tim yang terdiri dari Kasi Pendidikan Madrasah dan perwakilan Pengawas (Pokjawas) melakukan kunjungan silaturrahim kepada keluarga Al Taromi di lokasi bencana guna memberikan dukungan moral dan spiritual kepada keluarga korban. Setiba di lokasi, kondisi kedua orang tua Al Taromi masih syok dan belum bisa diajak berkomunikasi. Sehingga bantuan dana dan dukungan moral diterima oleh perwakilan keluarga korban.

“Keluarga besar Kankemenag Kabupaten Purbalingga ikut prihatin dan berbela sungkawa atas musibah yang terjadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran dan keikhlasan serta pahala yang setimpal,” kata Karsono.

Kepala MI Ma’arif NU 02 Jingkang, Kuwatno menjelaskan bahwa  Al Taromi merupakan salah satu siswanya yang masih duduk di kelas 1, usianya baru 7 tahun. Ia salah satu korban meninggal dunia pada bencana longsor yang menimpa rumah saudaranya.

"Saat kejadian Al Taromi sedang tidur menemani saudara sepupunya yang mau disunat yaitu Muhamad Saiful Umam (9) putra Pak Solikhin. Ia bersama sepupu Umam lainnya yaitu Abdul Rouf (10) putra Bapak Sukimin dan Safa’atun Isnain (4) putri Bapak Suyatno,” terang Kuwatno.

Ia menambahkan bahwa dari keterangan para warga sebelum peristiwa longsor terjadi, rumah Bapak Solikhin ramai karena sedang diadakan tahlilan menjelang hajatan sunat putranya yang bernama M. Saiful Umam yang tinggal 3 hari. Saat tahlilan, hujan yang turun sejak sore semakin lebat. Pada sekitar pukul 21.00 WIB saat listrik mati dan suasana gelap terjadilah peristiwa tanah tebing di belakang rumah longsor yang menimpa ke-4 korban yang masih anak-anak. Sedangkan 6 korban lain mengalami luka dan lainnya lagi dapat menyelamatkan diri keluar dari pintu yang terlihat saat kilatan petir menyambar.

Kepala Desa Jingkang, Bambang Hermanto dalam keterangan yang dilansir Suara Merdeka (24/02) menjelaskan bahwa korban yang mengalami luka berjumlah 6 orang, yaitu : Sahrudin (55),  Sokhimun (38), Ruslan (25), Ojan (16), Sarif (35),  dan Karsun (16). (sar/gt)