Semarang (humas) – Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jawa Tengah pada Selasa (16/12/2025) di Auditorium Majeng.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Imam Buchori, Ketua Tim Pemberdayaan Zakat, Ketua Tim Pemberdayaan Wakaf, serta pimpinan Lembaga Amil Zakat se-Jawa Tengah.
Saat membuka kegiatan, Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Imam Buchori, menyampaikan apresiasi atas kekompakan LAZ di Jawa Tengah. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi optimalisasi pengelolaan zakat.
“LAZ Jawa Tengah ini kompak. Saya berharap bapak ibu semua selalu bersinergi,” ujarnya.


Imam Buchori juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar menunaikan zakat melalui lembaga yang telah memiliki izin resmi. Menurutnya, zakat merupakan kekuatan besar umat Islam yang harus dijaga dan dikelola secara amanah.
Ia mengungkapkan bahwa potensi dan perolehan zakat di Jawa Tengah sangat besar, dengan estimasi mencapai 40 hingga 50 triliun rupiah per tahun. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar data pengelolaan zakat benar-benar diperhatikan, mengingat pentingnya akuntabilitas dalam setiap proses pentasarufan.
“Perolehan potensi zakat ini juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena itu, data menjadi hal yang sangat krusial,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemberdayaan Zakat, Dasiri, dalam laporannya menyampaikan bahwa di Jawa Tengah saat ini terdapat 42 Lembaga Amil Zakat yang telah memiliki izin. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen di antaranya hadir dalam rapat koordinasi tersebut.
Dasiri menjelaskan bahwa rakor ini juga bertujuan untuk menyatukan langkah LAZ dan Kementerian Agama dalam merespons berbagai persoalan sosial, termasuk bencana yang terjadi di Sumatra. Ia berharap langkah yang diambil oleh LAZ dan Kemenag dapat berjalan seiring dan saling menguatkan.
“pada pertemuan ini nanti kami berharap LAZ langkahnya seirama dengan Kemenag, agar program-program dapat disinergikan dengan baik,” ujarnya.
Hadir pada acara ini 60 orang perwakilan dari LAZNAS Perwakilan Provinsi di Jawa Tengah, LAZ Skala Provinsi dan LAZ Skala Kabupaten/Kota ae Jawa Tengah.
Berbagai agenda pembahasan telah disiapkan seperti konsolidasi bantuan dampak bencana di Sumatera, program-program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan tata kelola lembaga. (hilman najib)









