081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Kakanwil Kemenag Jateng Hadiri Pembukaan Rakernas Kementerian Agama 2025

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Tangerang Selatan (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2025 yang digelar secara hybrid, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini dipusatkan di Atria Hotel Pakulonan Barat, Tangerang Selatan, Banten, dan diikuti oleh seluruh jajaran Kementerian Agama dari berbagai daerah secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Rakernas Kementerian Agama Tahun 2025 mengusung tema “Mempersiapkan Umat Masa Depan”. Pembukaan Rakernas ditandai dengan Launching Buku Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama Tahun 2025–2029 sebagai arah kebijakan dan program strategis Kementerian Agama lima tahun ke depan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, dalam laporannya menyampaikan bahwa salah satu program prioritas Kementerian Agama adalah digitalisasi tata kelola. Digitalisasi dinilai penting untuk mengefektifkan konektivitas antarwilayah serta mempercepat akses layanan publik.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran yang sentral dan strategis untuk tetap menjadi garda terdepan dalam menyampaikan nilai-nilai moderasi beragama. Rakernas ini juga menjadi forum untuk merumuskan strategi dalam mempertajam arah kebijakan Kementerian Agama Tahun 2026 serta meningkatkan tata kelola pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menyampaikan bahwa pembangunan manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerataan pembangunan, penguatan ketahanan nasional, serta tata kelola pemerintahan yang baik menjadi kunci untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Komisi VIII DPR RI, lanjutnya, mendorong Kementerian Agama untuk fokus meningkatkan fungsi pendidikan melalui pemenuhan sarana dan prasarana, penguatan tenaga pendidik, serta penguatan lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan sumber utama pembangunan dan Komisi VIII DPR RI terus mendukung Kementerian Agama dengan menyerap aspirasi peserta didik, masyarakat, tokoh masyarakat, yayasan pendidikan Islam, serta para guru.

Pada pembukaan Rakernas ini juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama dengan Kementerian Koperasi, yang ditandatangani langsung oleh Menteri Agama RI dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam penguatan ekonomi umat berbasis lembaga keagamaan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa saat ini banyak koperasi pondok pesantren yang telah memiliki omzet hingga triliunan rupiah dan menjadi motor penggerak ekonomi di daerahnya masing-masing. Ke depan, Kementerian Koperasi bersama Kementerian Agama akan mendorong inkubasi dan pembiayaan untuk pengembangan koperasi di pondok pesantren dan masjid.

“Insyaallah ke depan akan ada sekitar 80 ribu retail modern. Keterlibatan Kementerian Agama diharapkan mampu ikut memproduksi secara mandiri sehingga dapat membangun ekosistem ekonomi baru yang kuat,” ungkapnya. Ia menilai penandatanganan MoU ini menjadi tambahan kekuatan yang luar biasa dan memperkuat sinergi antar kementerian. “Saya merasa punya teman,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar dalam arahannya menegaskan bahwa tema “Mempersiapkan Umat Masa Depan” dilandasi kesadaran akan pentingnya memiliki roadmap generasi yang akan disiapkan untuk masa depan.

Menurutnya, dunia membutuhkan generasi multitalenta. Oleh karena itu, pendidikan vokasi perlu diperkuat di madrasah dan pesantren dengan penguasaan keterampilan spesifik yang relevan dengan dunia kerja, tidak hanya berfokus pada aspek teoretis.

“Mari kita berani berpikir dengan cara yang berbeda, namun tetap berada dalam rel panduan kita. Saya percaya jajaran kanwil dan para rektor memiliki kemampuan dan pendekatan tersendiri yang menyentuh masyarakat,” tegas Menteri Agama.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menjadi juru bicara yang baik, sehingga kebijakan pemerintah dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat. Menteri Agama optimistis Kementerian Agama saat ini berada pada jalur yang tepat dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print