081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Kemenag Jateng Perkuat Sinergi Persiapan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 bersama Baznas dan Pemprov Jateng

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).

Rapat koordinasi dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Prof. Abu Rokhmad, Kasubdit Lembaga Tilawah dan MTQ Kemenag RI Rifal Ahmad Rangkuty, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Iwanuddin Iskandar, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji, Kabag TU Kanwil Kemenag Jawa Tengah Hidayat Maskur, Kabid Penaiszawa Imam Buchori, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, serta panitia MTQ Nasional Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Islam Prof. Abu Rokhmad bersama Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab menyimak paparan dari Baznas Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait kesiapan daerah dalam menyambut perhelatan akbar tingkat nasional tersebut.

Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji memaparkan sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan guna mencapai target prestasi terbaik, termasuk mewujudkan cita-cita Jawa Tengah menjadi juara umum MTQ Nasional.

Menurutnya, pembinaan peserta harus dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, terutama pada cabang-cabang yang memiliki peluang besar meraih prestasi.

“Pelatihan harus dilakukan secara masif, khususnya pada bidang-bidang yang memiliki potensi tinggi menjadi juara. Para peserta juga perlu diberikan kesempatan tampil pada berbagai event besar agar rasa percaya diri mereka semakin meningkat,” ujarnya.

Selain peningkatan kemampuan teknis, Ahmad Darodji menekankan pentingnya penguatan mental dan motivasi peserta agar memiliki semangat juang yang tinggi dalam berkompetisi.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat ikhtiar spiritual dengan memohon pertolongan Allah SWT secara sungguh-sungguh serta memperluas syiar MTQ kepada masyarakat melalui berbagai media publikasi.

“Berikan motivasi agar mental dan semangat juara peserta semakin kuat. Di samping itu, kita juga harus memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT. Syiar MTQ perlu diperkuat melalui pemasangan spanduk, baliho, dan berbagai media publikasi pada titik-titik strategis agar gaung MTQ semakin luas di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Iwanuddin Iskandar menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama yang telah mempercayakan Jawa Tengah sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan MTQ tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian Agama atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional. Kesiapan Jawa Tengah tentu tidak bisa dilakukan sendirian. Karena itu kami melibatkan unsur masyarakat, instansi pemerintah, serta berbagai pihak untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” katanya.

Ia menjelaskan, kolaborasi pertama yang dilakukan adalah dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh masyarakat Jawa Tengah guna mendukung pelaksanaan MTQ secara menyeluruh.

Selain itu, berbagai arahan dari Dirjen Bimas Islam, Kanwil Kemenag Jawa Tengah, dan sejumlah pihak terkait menjadi bekal penting dalam mempersiapkan sarana, prasarana, lokasi, hingga fasilitas terbaik bagi seluruh kafilah yang akan datang dari berbagai provinsi.

“Arahan dari Dirjen, Kanwil, dan berbagai pihak sangat membantu kami dalam mempersiapkan MTQ dengan baik, termasuk dalam penyediaan lokasi dan fasilitas terbaik bagi para kafilah,” ungkapnya.

Iwanuddin juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mulai mengintensifkan sosialisasi MTQ Nasional kepada publik, terutama setelah peluncuran logo dan maskot yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Kami memohon dukungan dari seluruh pihak. Mari bersama-sama mempersiapkan sosialisasi kepada masyarakat Jawa Tengah, terutama setelah launching logo, maskot, dan berbagai rangkaian kegiatan lainnya. MTQ Nasional ini adalah pestanya seluruh masyarakat Jawa Tengah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai penyelenggaraan MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi Al-Qur’an, tetapi juga sarana syiar Islam dan promosi daerah. Kehadiran ribuan peserta dan tamu dari seluruh Indonesia diharapkan semakin memperkuat citra Kota Semarang dan Jawa Tengah sebagai daerah yang religius, ramah, serta menjunjung tinggi nilai toleransi.

“Melalui ikhtiar ini, kita ingin menjadikan MTQ Nasional sebagai syiar yang penting bagi Kota Semarang dan Jawa Tengah. Masyarakat Indonesia akan melihat Semarang sebagai daerah yang memiliki semangat toleransi yang luar biasa dan mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh peserta,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah konsolidasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat Jawa Tengah secara luas. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print