Kemenag Kabupaten Tegal Persiapkan Diri Hadapi Penilaian Kemenpan RB

Tegal (Slawi) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal segera mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi penilaian dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama KabupatenTegal, Sukarno setelah mendengarkan paparan hasil penilaian Tim ZI Itjen Kemenag RI, Jumat (8/03), di Aula Il Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kab. Tegal.

Sukarno menyampaikan apresiasi kepada Tim ZI Kemenag Kabupaten Tegal yang diketuai oleh Kasori, yang telah mempersiapkan penilaian yang berlangsung dari tanggal 5 sampai dengan 8 Maret 2019. Menurutnya, apa yang telah dipersiapkan oleh Tim ZI Kemenag Kab. Tegal tidak sia-sia. Hal itu terbukti dari skor nilai yang telah dicapai.

“Skor nilai yang kita capai adalah 76. Skor ini akan menghantar kita menghadapi penilaian dari Tim Kemenpan RB. Kita akan selangkah lebih maju lagi, meskipun ini butuh perjuangan dan kerja keras lagi. Tapi saya yakin bahwa kita mampu untuk menghadapi penilaian berikutnya. Mari kita evaluasi kekurangan kita, dan kita buat rencana tindak lanjut agar kita benar-benar siap menghadapi penilaian dari  Kemenpan RB,” ajak Sukarno.

Menurut Ahmad Nida, Ketua Tim Penilai dari Itjen Kemenag RI, ada dua hal yang benar-benar harus dipersiapkan untuk menghadapi penilaian dari Kemenpan RB. Pertama adalah peningkatan pengendalian internal. Harus selalu ada monitoring kegiatan dan pencatatan atas monitoring itu. Bila perlu dibuat berita acara monitoring. Setelah diadakan monitoring dibuat rencana tindak lanjut atas hasil monitoring.

“Sedangkan yang kedua adalah kepuasan layanan publik. Tujuan dari pembangunan zona integritas adalah kepuasan layanan publik. Karena itu harus ada instrumen yang menunjukkan bahwa masyarakat puas terhadap layanan publik yang diberikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Dari instrumen itu, setiap saat kita bisa melihat sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat terhadap  pelayanan publik, telah meningkat, atau justru malah turun. Pembangunan zona integritas seharusnya diikuti dengan naiknya kepuasan layanan publik,” jelas Ahmad Nida.

Dihubungi secara terpisah, Kasori, Ketua Tim ZI Kemenag Kabupaten Tegal menyatakan bahwa Tim ZI Kemenag Kab. Tegal akan mempersiapkan diri lebih baik menghadapi penilaian dari Kemenpan RB. “Meskipun berat, kami tetap optimis. Kami sudah melangkah lebih jauh dan lebih maju dalam pembangunan zona integritas ini. Karena itu kami akan berjuang lebih optimal menghadapi penilaian dari Kemenpan RB. Insya Allah dengan kerja keras dan kerjasama seluruh tim, kami akan  berhasil,” kata Kasori. (AS/Wul).