Kemenag Turut Meriahkan Karnaval Peringatan HUT Kemerdekaan RI

Purbalingga – Ribuan masyarakat Kabupaten Purbalingga memadati jalan yang dilalui oleh peserta karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia karnaval diikuti oleh sekitar 175 ribu personel dari 18 kecamatan di wilayah di Kabupaten Purbalingga. Tema yang diambil “Purbalingga Bekerja Bersama Munuju Masyarakat Sejahtera”, dan merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini route yang di tempuh yaitu start Gelanggan Olah Raga (GOR) Goentoer Darjono menuju Jalan Lingkar Alun-alun Purbalingga. Panggung kehormatan di depan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) selanjutnya melalui Kodim 0702/Purbalingga dan menuju GOR Goentoer Darjono sebagai akhir dari karnaval.

Partisipasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam Karnaval yang diselenggarakan Minggu, 27 Agustus 2017 mengikutsertakan personil dari Ikatan Guru Roudathul Atfal (IGRA) yang menyajikan tarian oleh  Guru yang tergabung dalam IGRA, diiringi musik dari grup angklung IGRA. Selain dari IGRA, turut juga personil dari penyuluh agama Islam PNS dan Non PNS dengan mengenakan pakaian Ikhrom serta pakaian tradisional yang menunjukkan keberagaman dan toleransi bangsa Indonesia.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Purbalingga, Ratmono saat ditemui di Kantor Kemenag Purbaingga seusai mengikuti karnaval menjelesakan keikutsertaan Kemenag Purbaligga adalah wujud partisipasi Kemenag Purbalingga pada Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan RI dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Purbalingga.

Dia juga mengungkapkan harapan dengan keikutsertaan Kemenag Purbalingga. “Harapannya dengan mengikuti kegiatan seperti itu mudah-mudahan teringat kembali pejuang kita dulu ketika membebaskan belenggu penjajah dari tanah air,” ungkap Ratmono.

Ratmono yang turut serta jalan kaki mendampingi peserta karnaval Kankemenag Purbalingga menambahkan penjelasan terkait dengan personil dari IGRA dan Penyuluh Agama Islam. “Untuk pemerataan, karena dari satap (satu atap – Red) sendiri kan sudah mengikuti PBB, menghadiri upacara aubade,” tambahnya.(sf/gt)