
Kabupaten Tegal (Humas) — Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Tegal Menggelar kegiatan Khotmil Al-Qur’an dan Munajat Nusantara pada Sabtu (14/2/2026) di Indoor MTs N 3 Tegal. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri jajaran Kementerian Agama serta orang tua siswa.
Acara ini menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, untuk memberikan tausiyah, serta Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Jateng, Ahmad Farhan, yang menyampaikan mauidhoh hasanah dan memimpin Munajat Nusantara. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Ahmad Muhdzir.

Dalam sambutannya, Ahmad Muhdzir menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa. “Alhamdulillah, 93 siswa-siswi MTs N 3 Tegal hari ini diwisuda sebagai khotimin Qur’an bil ghoib. Semoga semuanya menjadi ahlul Qur’an. Ini menunjukkan komitmen madrasah untuk fokus pada pembelajaran Al-Qur’an. Insyaallah berkah akan turun untuk semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Saiful Mujab dalam tausiyahnya berpesan agar para siswa tidak berhenti pada capaian hafalan semata. Ia menekankan pentingnya menjaga hafalan, memahami makna, serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anakku yang telah teruji hafalannya, terus lanjutkan membaca dan jangan ditinggalkan. Jangan berhenti membaca karena merasa sudah hafal. Selanjutnya pahami arti dan maknanya. Ketika sudah mengerti, mari kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amalkan kepada diri sendiri terlebih dahulu, kemudian dakwahkan. Insyaallah keberkahannya tidak hanya dirasakan oleh anak yang menghafal, tetapi juga orang tua, guru, dan lingkungan sekitar,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Farhan dalam mauidhoh hasanahnya mengangkat ajaran luhur Kanjeng Sultan Agung dari Kerajaan Mataram. Ia menjelaskan tiga nilai utama yang relevan dengan dunia pendidikan dan birokrasi saat ini.
Pertama, Manunggaling Kawulo Gusti, yang dimaknai sebagai persatuan antara pimpinan dan bawahan dalam satu visi dan misi. Dalam konteks pendidikan, sinergi antara seluruh unsur madrasah menjadi kunci keberhasilan.
Kedua, Sangkan Paraning Dumadi, yakni kesadaran bahwa kehadiran manusia di dunia adalah atas kehendak Allah SWT, sehingga tugas utama adalah beribadah kepada-Nya. Nilai ini dapat diimplementasikan melalui hubungan murid yang taat kepada guru dan guru yang menyayangi murid, sebagaimana konsep kurikulum berbasis cinta.

Ketiga, Mewayuh Hayuning Bawono, yang berarti memperindah dan merawat alam semesta. Nilai ini selaras dengan penguatan program ekoteologi yang terus digalakkan di lingkungan Kementerian Agama.
Kegiatan Khotmil Al-Qur’an dan Munajat Nusantara ini menjadi momentum spiritual sekaligus penguatan karakter bagi siswa MTs Negeri 3 Tegal, dalam upaya melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan.





