KSM dan Aksioma Hendaknya Instrumen Penguat Madrasah

Ungaran – Ratusan siswa-siswi madrasah dari tingkat Ibtidaiyah hingga Aliyah mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) serta Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) tingkat Kabupaten Semarang di MAN Tengaran, Senin (27/03).

KSM merupakan program yang dilaksanakan Direktorat Madrasah secara rutin setiap tahun, sedangkan Aksioma pelaksanaannya sekali dalam dua tahun. Sebagai ajang sekaligus ruang bagi siswa madrasah untuk menampilkan kreatifitas dan bakat, KSM dan Aksioma menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu keberlangsungannya baik di tingkat daerah maupun nasional.

Beberapa cabang lomba KSM yang dipertandingkan diantaranya Mapel PAI, IPA, Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, Ekonomi dan Geografi. Sementara Aksioma diantaranya lomba MTQ, MHQ, Kaligrafi, Hadroh, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Madrasah Singer, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Futsal, Bola Voli serta Catur.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang Muhdi mengatakan, KSM dan Aksioma hendaknya tak sebatas ajang lomba saja, tetapi harus dijadikan sebuah tolak ukur keberhasilan madrasah di bidang sains,seni dan olahraga, sebab mencerdaskan bangsa merupakan tanggung jawab kita bersama. “Kegiatan ini mesti dijadikan pijakan untuk menghadapi pesatnya perkembangan IPTEK dan kompetisi global di berbagai bidang kehidupan,” tegas Muhdi.

Disadari maupun tidak, saat ini madrasah dituntut untuk selalu berbenah diri agar mampu bersaing dengan sekolah-sekolah umum lainnya. Dengan manajemen yang semakin baik, diharapkan mampu menarik minat para orang tua agar mau menyekolahkan putra-putrinya ke madrasah.

Disamping itu, Muhdi juga berpesan agar pelaksanaan KSM dan Aksioma tingkat Kabupaten Semarang dilaksanakan dengan fair, agar nantinya tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. “Perlombaan ini harus menjunjung tinggi kejujuran dan semangat sportivitas, bagi yang kalah tidak berkecil hati dan bagi yang menang tidak berbangga diri,” pungkasnya. (shl/gt)