Latihan Dasar Kepemimpinan Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Siswa

Pemalang – Generasi muda yang unggul merupakan dambaan bagi setiap bangsa. Untuk itu MTs. Negeri 3 Pemalang berusaha menanamkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan keteladanan kepada siswa kelas 7 dan 8 melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

LDK ini bertujuan untuk mencetak siswa-siswi MTs.N 3 Pemalang yang berkarakter untuk peningkatan sumber daya peserta didik untuk mendalami dan memahami tentang konsep dasar organisasi di madrasah, melalui kegiatan OSIS, Pramuka, PKS dan PMR.

Bertempat di Halaman MTs. N 3 Pemalang, Rabu (13/03) kegiatan LDK dibuka oleh Kepala Urusan Tata Usaha MTs, Sigit Sholahudin. Dia berpesan agar siswa dapat mengikuti kegiatan LDK dengan baik.

“Ikuti kegiatan LDK dengan baik karena akan memberikan manfaat bagi pribadi kalian. Harapannya dengan mengikuti LDK akan menanamkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan keteladanan,” kata Sigit saat membuka kegiatan.

Kegiatan LDK dipandu oleh Instruktur yang berpengalaman dari Koramil 13 Pulosari, Serma Mohammad Toha dan Serka Muhammad Zaenal Asikin. Instruktur memberikan berbagai materi yang mencakup pembentukan mental dan kecakapan fisik.

“Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan modal dasar yang harus dikuasai dan dipahami oleh setiap peserta LDK,” tutur Serma Toha yang disampaikan di Aula MTs N 3 Pemalang. Selain itu, dia berpesan kepada siswa agar wawasan kebangsaan ini dipedomani dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, instruktur mengajak peserta LDK untuk latihan fisik di halaman madrasah. Melalui berbagai kegiatan individu dan kelompok, latihan baris-berbaris, dan latihan dasar organisasi diharapkan bisa membentuk kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan siswa. Berbagai tantangan yang dihadapi oleh siswa dalam berbagai latihan tentunya memiliki sifat membangun karakter mereka yang positif.

Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama yang dipandu oleh Serka Zaenal Asikin. “ Dari kegiatan makan siang yang tertib dan teratur pun bisa membentuk karakter kedisiplinan siswa dengan antri saat mengambil makanan, duduk dengan rapi, berdoa bersama dan makan sampai habis,” terangnya.

Acara ditutup dengan permainan “fun game” yang meliputi meniti tali dan merayap. Disitulah siswa belajar bagaimana mengahadapi tantangan dan rintangan yang kedepannya bermanfaat bagi siswa dalam menghadapi kehidupan kelak dewasa. (fh/fi/rf)