Madrasah Gandeng Kepolisian, Antisipasi Kenakalan Siswa

Purbalingga – Dalam rangka mencegah perkembangan kenakalan yang muncul di kalangan siswa, MIM Larangan sebagai salah satu MI unggulan di kecamatan Pengadegan – Purbalingga menyelenggarakan kegiatan pembinaan siswa Jumat (03/11) bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Pengadegan. Kehadiran 5 personil kepolisian di madrasah inipun disambut  para siswa dengan senyum, salam, dan sapa serta jabatan tangan.

Kepala Madrasah, Soimin menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap perilaku yang menyimpang sehingga mereka bisa menghindarinya.

“Kegiatan ini juga dalam rangka mewujudkan generasi muda yang berakhlakul karimah, seperti dengan berperilaku sopan dan santun di jalan saat berangkat dan pulang belajar, “ ungkap Soimin.

Soimin menjelaskan bahwa peserta kegiatan tersebut adalah siswa kelas III, IV, V, dan VI yang berjumlah 130 anak. Kegiatan tersebut juga merupakan kegiatan pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan sesuai amanat Kurikulum 2013 dengan narasumber AKP Riyatnadi – Kepala Kepolisian Sektor Pengadegan dan Aiptu Insan Kepala Unit Bimbingan Masyarakat Polsek Pengadegan.

Ia juga berharap kepada para siswa yang mengikuti pembinaan agar menjadi siswa yang patuh, disiplin dan bertanggung jawab. Khusus kepada para siswa yang sudah terbiasa naik kendaraan bermotor, ia berpesan agar diantar dan dijemput ke madrasah. Karena meskipun merasa mampu mereka belum memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada. Termasuk secara psikologis masih labil emosinya dalam pengambilan sebuah keputusan.

Kapolsek Pengadegan, Riyatnadi dalam pembinaannya mengajak para siswa untuk giat belajar, rajin mengaji, membaca Al Quran dan tidak membawa HP saat belajar serta menaati peraturan baik di madrasah maupun di rumah.

“Kamu tugasnya belajar, belajar dan belajar,” tandas Riyatnadi kepada para peserta.

Dia berpesan agar para siswa tidak naik motor sendiri karena banyak terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa baik si penabrak maupun yang ditabrak.

Sedangkan materi teknis disampaikan Kanit Bimas, Insan P. Dalam paparannya, ia menyampaikan materi tentang tindak kriminal, merokok dan narkoba yang harus dihindari oleh para siswa. Juga terkait tindakan kebut-kebutan yang biasa dilakukan di jalan, baik menggunakan sepeda maupun sepeda  motor.

Dalam penjelasannya tentang narkoba, Insan menyampaikan adanya jenis narkotika baru yang membahayakan dan mudah ditemukan di daerah pedesaan selain tumbuhan Kecubung. Narkotika tersebut dikenal dengan Crispy Jamur, yang berasal dari Jamur Tlethong  (dalam Bahasa Jawa – red.) yaitu jenis jamur yang tumbuh pada kotoran sapi, kerbau atau kambing. Jenis jamur yang tumbuh pada kotoran yang telah membusuk tersebut agar tidak dikonsumsi karena membahayakan kesehatan dengan efek seperti pada narkoba lainnya.

Para siswa juga dianjurkan untuk membawa minuman dan makanan dari rumah, menolak pemberian makanan ataupun minuman yang ditawarkan oleh orang tak dikenal baik berupa permen, minuman, makanan ringan  maupun bentuk lainnya. Karena itu merupakan salah satu modus yang digunakan dalam kejahatan terutama penculikan. Ditambahkan Insan bahwa kasus serupa terjadi menimpa tetangganya yang menjadi korban melalui kencan melalui facebook dan berakhir dengan ditemukannya si korban yang telah dimanfatkan sebagai pengamen /pengemis di sebuah terminal kota besar di Jawa Tengah. Sehingga siswapun diminta untuk tidak menggunakan HP apalagi membawanya ke sekolah.

Di akhir kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 ini para siswa mendapat kesempatan untuk bertanya. Beragam pertanyaanpun dilontarkan siswa dari arti istilah tindak kriminal hingga apa yang harus disiapkan jika ingin menjadi polisi.  (sar/gt)