MAN 2 Surakarta Selenggarakan Workshop Penguatan Moderasi Beragama

Surakarta – Dalam rangka untuk terus menguatkan nilai-nilai moderasi beragama serta bagaimana pengaplikasian moderasi beragama di kehidupan sehari-hari, MAN 2 Surakarta menyelenggarakan workshop Penguatan Moderasi Beragama yang diikuti segenap guru dan karyawan MAN 2 Surakarta dengan jumlah total peserta workshop 103 orang . Acara tersebut berlangsung di Hotel Red Chillies Surakarta Senin 8 November 2021 dengan agenda acara penyampaian materi penguatan moderasi beragama oleh bapak kepala kantor kemenag Kota Surakarta dilajutkan materi kedua Aktualisasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran di Madrasah oleh pemateri Bp. Nurhadi, M.Pd. I Acara pun dilaksanakan dengan mematuhi protocol Kesehatan yang ketat sebagai ikhtiar untuk terus menanggulangi penyebaran covid-19.

Hadir dan membuka cara Workshop Penguatan Moderasi Beragama beliau Kepala Kantor Kementerian Agama Surakarta Bp. H. Hidayat Maskur, S.Ag M.Si Dalam sambutannya beliau menyampaiakan kepada para peserta workshop mengenai pentingnya moderasi beragama.
1 dari 8 program skala prioritas menteri agama adalah moderasi beragama dan direncanakan pada tahun 2022 akan dicanangkan tahun Toleransi
moderasi merupakan amanah kementerian agama , jadi urusan semua keagamaan menjadi urusan kementerian agama,
prioritas ke 3 berkaitan dengan moderasi beragama , moderasi bukanlah barang baru, konsep moderasi sudah didengungkan sejak menteri luqman hakim saifudin , banyak informasi yang beredar di tengah kita bahwa
moderasi beragama dituduh sebagai sinkretisme agama islam dan pendangkalan akidah islam, padahal itu semua tidak benar. justru moderasi beragama bertujuan untuk menciptakan sikap toleransi ditengah tengah masyarakat beliau juga menyampaikan ciri ciri sesorang yang memiliki pemikiran moderat

  1. komitmen kebangsaan
  2. menerima kearifan lokal
  3. anti kekerasan tidak mudah menyalahkan
  4. memiliki sikap toleran

Disisi lain arahan dari Kepala MAN 2 Surakarta Bapak Drs. H. Nuri Hartono dalam Sambutannya beliau menyampaiakan pesan bangsa indonesia notabene memiliki berbagai macam suku dan budaya, prinsip dasar moderasi bergama afalah pengamalan agama yang adil yang menitikberatkan pada keadilan dan persamaan di tengah masyarakat beliau menambahkan, sebagai seorang guru dalam pengamalan moderasi beragama dalam lingkungan pendidikan seorang guru harus
mampu membuat media pembelajaran yang mengandung konten konten pendidikan moderasi beragama yang menitikberatkan pada toleransi, tasamuh, tawasuth, dan tawazun serta berkeadilan

Dengan adanya kegiatan Workshop Penguatan Moderasi Beragama ini maka diharapkan Guru dan Karyawan MAN 2 Surakarta bisa untuk menguatkan moderasi beragama serta sebagai agen moderasi beragama di lingkungan mereka. Kesemua itu sesuai dengan tujuan dari workshop ini agar mewujudkan keutuhan NKRI.(rfq/my/bd)