MAPSI Ajang Membangun Kecerdasan Akademis dan Kecerdasan Emosional Anak

Wonogiri – Sangatlah penting untuk menjaga tunas-tunas bangsa, kader-kader penerus agar tumbuh dan berkembang serta memiliki karakter kebangsaan dan agamis tentu sudah kita pahami bersama. Tugas yang semakin hari semakin penuh tantangan dan hambatan yang tidak ringan, seiring dengan dinamika dalam kehidupan bermasyarakat yang ada  sekarang ini.

Demikian di sampaikan Wakil Bupati Wonogiri, Edi Santosa saat pembukaan Ajang Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) Jenjang Sekolah Dasar ke-21 tahun 2018 Provinsi Jawa Tengah, bertempat di alun-alun Giri Krida Bhakti Kabupaten Wonogiri, Jum’at sore (16/11).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala cabang dinas wilayah 7 Jateng, Forkompinda Wonogiri, Kepala kemenag kab/kota Se Jawa Tengah, Ka. Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Kab/Kota se Jawa Tengah dan pengurus KKG PAI SD se Jawa Tengah.

Menurut Wabup, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan bekal ilmu agama dan budi pekerti yang dapat ditanamkan melalui nilai agama. Melalui kurikulum pada pendidikan formal, maupun aktivitas non-formal dalam masyarakat, dibangun kecerdasan akademis dan kecerdasan emosional anak, sehingga akan tumbuh anak-anak dengan karakter dan jatidiri yang lengkap dan seimbang.

Harus ada upaya untuk mencegah tumbuhnya generasi yang pragmatis dan materialistis, yang menilai segala sesuatu dengan materi dan hal-hal bendawi. Proses-proses tersebut terlaksana dalam materi MAPSI, dimana proses menanamkan sikap dan pengetahuan, bersamaan dengan pembinaan seni , dalam suasana yang menyenangkan bagi anak. Yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana memberikan contoh sikap dan perilaku yang penuh adab, sehingga anak-anak tidak kehilangan sosok panutan dan teladan.

“Semoga kegiatan lomba MAPSI SD ke-21 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Wonogiri dari awal hingga berakhir nanti berjalan dengan baik, lancar tiada suatu aral rintangan apapun,” harapnya.

Sedangkan Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi menegaskan bahwa kegiatan MAPSI sebagai tolok ukur penerapan kurikulum PAI SD dan keberhasilan pelaksanaan PAI SD di Wonogiri, serta meningkatkan akhlaqul karimah dan memupuk ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan rasa cinta islami sehingga menjadi spirit dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Dalam laporan Ketua KKG-PAI Provinsi Jawa Tengah selaku penyelenggara yang disampaikan bahwa waktu lomba tanggal 16-18 November, adapun peserta dari masing-masing Kabupaten/ Kota terdiri dari 36 peserta dan 11 official. Adapun mata lomba ada rumpun ketrampilan dan pengetahuan agama islam serta seni islami sebanyak 28 cabang. (mursid/heri/rf)